Kamis, 17 Juni 2021

5 Kisah Kencan Online Unik 2020, Kencani 398 Pria hingga Nyaris Telanjang

Ada berbagai hal tidak terduga yang mungkin terjadi saat berusaha mencari jodoh lewat aplikasi kencan online.

Rima Sekarani Imamun Nissa
cloud_download Baca offline
Menggunakan aplikasi kencan online. (Shutterstock)
Menggunakan aplikasi kencan online. (Shutterstock)

Dewiku.com - Banyak orang tertarik mencari jodoh lewat aplikasi kencan online sepanjang tahun 2020 ini. Hal itu terlebih di tengah pandemi yang membuat orang-orang mau tak mau mesti mengurangi pertemuan tatap muka.

Walau demikian, kisah cinta yang dijalin lewat aplikasi kencan online tak selamanya terkesan indah. Bahkan, ada yang mengalami kesialan hingga menjadi ketagihan.

Berikut beberapa kisah paling unik tentang tren kencan online di tahun 2020:

Nyaris tampil telanjang di Tinder

Ilustrasi aplikasi Tinder. [Shutterstock]
Ilustrasi aplikasi Tinder. [Shutterstock]

Seorang pria bernama Jameson MacInnis memperbarui foto profilnya di Tinder dengan pose nyaris telanjang. Dia bergaya sedang berbaring di kasur dan seolah hanya menutupi bagian privatnya dengan tumpukan tisu toilet.

Namun, sebenarnya dia tak benar-benar telanjang. "Aku sebenarnya mengenakan boxer di foto itu tapi kamu tak bisa melihatnya," kata Jameson, dikutip dari Metro UK.

Ia berharap menemukan pasangan selama lockdown karena virus Corona Covid-19. Sayangnya, keinginannya itu tak kunjung terwujud walau sudah berpose seolah telanjang.

Susah dapat jodoh karena terlalu seksi

Model cantik bernama Luna Benna bergabung di Tinder sekitar tiga tahun lalu dan berharap bisa menemukan pacar baru setelah putus cinta. Namun, dirinya malah diblokir aplikasi kencan online tersebut karena terlalu seksi.

"Orang-orang mencuri fotoku dan menghasilkan uang dari sana. Ini catfishing," tutur Luna, dilansir dari news.com.au.

"Ada banyak sekali profil palsu di luar sana. Setiap kali aku membuat akun asli, aku dilaporkan dan diblokir Tinder."

Cari jodoh lewat kebiasaan BAB

Melansir Elite Daily, aplikasi Cheek2Cheek keluaran perusahaan pembuat bidet TUSHY menawarkan cara unik cari jodoh. Mereka mencocokkan pasangan berdasarkan kebiasaan buang air besar alias BAB.

Cheek2Cheek sekilas mirip Tinder dan Bumble. Namun, penggunanya bisa memberikan informasi soal pergerakan saluran pencernaan, kebiasaan kamar mandi, bahkan mengunggah foto kotoran mereka alih-alih foto profil biasa.

Aplikasi Kencan Online Cheek2Cheek (hellotushy.com)
Aplikasi Kencan Online Cheek2Cheek (hellotushy.com)

"Dengan deimikian, kau bisa menemukan seseorang dengan ukuran atau bentuk kotoran yang sama, kebiasaan kamar mandi yang sama atau punya masalah serupa," ungkap Miki Agrawal, pendiri TUSHY.

Kehilangan pekerjaan karena body shaming saat kencan online

Seorang pria asal Sydney berakhir dipecat dari kantor karena ketahuan melakukan body shaming dan pelecehan. Ulah pria tersebut diviralkan Ebonie Sanderson, wanita yang dia temui lewat Tinder.

Melansir The Sun, setelah keduanya kenalan via aplikasi kencan online, Thomas memaksa bertemu malam itu juga tapi Ebonie menolak dengan sopan.

Tidak suka ditolak, si pria mengirimkan pesan suara bernada melecehkan, termasuk memanggil Ebonie dengan julukan "babi gendut menjijikkan" dan "buruk rupa". Bahkan Eboni dihina hanya wanita yang asyik diajak bercinta sekali.

Eboni lalu mengunggah rekaman suara Thomas ke Instagram dan mengingatkan orang lain supaya hati-hati. Tak disangka, unggahannya menjadi viral.

Bahkan, perusahaan tempat Thomas bekerja juga menemukan unggahan Ebonie dan memberikan hukuman tegas.

"Dia pantas kehilangan pekerjaannya, CEO perusahaannya melakukan hal baik dengan langsung memecatnya," ungkap Ebonie.

Menggunakan aplikasi kencan online. (Shutterstock)
Menggunakan aplikasi kencan online. (Shutterstock)

Berkencan dengan 398 Pria

Melansir The Sun, Emma Shutter yang bekerja sebagai agen properti mengaku telah 10 tahun terakhir bermain aplikasi kencan online. Total, ia sudah mengencani 398 pria.

Wanita 37 tahun ini terobsesi dengan aplikasi kencan online. Bukan cuma Tinder, ia juga menggunakan aplikasi sejenis, seperti Bumble, Hinge, dan Happn.

"Ketika aku bangun tidur, hal pertama yang aku lakukan adalah mengecek ponselku. Hal pertama yang aku lakukan adalah log in Tinder," ujar Emma.

Emma sangat antusias setiap kali mendapat tanggapan dari pria-pria yang match dengannya. Dia akan segera membalas dengan jawaban yang menggoda.

Terkait

Terkini