Sabtu, 28 November 2020

Mitos atau Fakta? Wajah Pasangan Bisa Terlihat Mirip Seiring Waktu

Apakah wajah pasangan benar-benar dapat terlihat mirip seiring berjalan waktu?

Rima Sekarani Imamun Nissa
cloud_download Baca offline
Ilustrasi pasangan berpelukan. (Pexels/Vasyl Potochnyi)
Ilustrasi pasangan berpelukan. (Pexels/Vasyl Potochnyi)

Dewiku.com - Pernahkah kamu merasa penasaran mengapa wajah pasangan mirip seiring berjalan waktu? Banyak yang bilang kalau dua orang berjodoh punya wajah yang mirip satu sama lain.  Itu hanya mitos atau memang bisa diterangkan secara ilmiah?

Mungkin Anda mendengar pernyataan bahwa semakin lama bersama, sepasang suami istri seolah jadi terlihat mirip satu sama lain. Demi menjawab pertanyaan tentang mengapa bisa wajah pasangan terlihat mirip, ada beberapa teori.

Dilansir dari Fatherly, beberapa dekade yang lalu, peneliti dari University of Michigan rupanya telah mempelajari fenomena tersebut.

Mereka melakukannya dengan menganalisa foto-foto pasangan heteroseksual yang baru saja menikah hingga 25 tahun. Peneliti lalu menemukan bahwa pasangan tumbuh menjadi serupa.

Peneliti berteori bahwa emosi masing-masing pasangan yang dirasakan bersama selama bertahun-tahun menyebabkan penampilan menjadi mirip, misalnya kerutan hingga ekspresi.

Ilustrasi Pasangan (Pixabay/TanteTati)
Ilustrasi Pasangan (Pixabay/TanteTati)

Contohnya, saat pasangan sama-sama tertawa atas suatu lelucon, mereka mengadopsi ekspresi satu sama lain serta akan mulai mengembangkan lelucon yang sama pula dari waktu ke waktu.

Teori ini telah dikutip dalam penelitian lain selama bertahun-tahun. Hanya saja, ada studi lain yang menunjukkan bahwa kemungkinan bukan tentang bagaimana dua orang berkembang bersama, tetapi lebih banyak tentang pilihan seseorang saat mencari pasangan sejak awal.

Sebuah studi tahun 2005 terhadap anak kembar menemukan pasangan dari anak kembar lebih mirip dari anak kembar lain yang tak identik. Jadi, bisa diartikan bahwa ada kemungkinan secara tidak sadar orang-orang memilih pasangan yang secara genetik sama dengan mereka.

Studi lain pada tahun 2018 mencoba menguji hipotesis terkait kecenderungan tertarik pada sosok seperti orang tua. Mereka meneliti pasangan biracial atau pasangan dari keturunan ras campuran. Hasilnya, dikatakan bahwa mungkin ada beberapa dasar teori bahwa orang-orang memiliki pasangan yang mirip dengan susunan biologisnya.

Sementara itu, Ben Domingue, asisten profesor di Stanford, AS, juga punya pendapat sendiri. Menurut dia, orang yang mirip cenderung menemukan satu sama lain karena kesamaan dalam konteks sosial atau dasar budaya. (Rosiana Chozanah)

Terkait

Terkini