Senin, 28 September 2020

Ingin Cari Sugar Daddy saat Lockdown, Wanita Ini Malah Jadi Korban Tipu

Niatnya mencari uang tambahan, wanita itu malah makin dirugikan.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Amertiya Saraswati
cloud_download Baca offline
Ilustrasi ditipu. (Unsplash/Anthony Tran)
Ilustrasi ditipu. (Unsplash/Anthony Tran)

Dewiku.com - Pandemi virus corona telah membuat banyak orang kehilangan pekerjaan sehingga kesulitan memenuhi kebutuhan finansial. Akibatnya, beberapa orang pun mencoba mencari sugar daddy.

Istilah sugar daddy biasanya merujuk pada pria mapan dan lebih tua yang memberikan uang, hadiah, dan benda-benda mahal lain kepada wanita lebih muda.

Karena pandemi Covid-19, beberapa wanita muda pun mencoba untuk mencari sugar daddy lewat laman web seperti Seeking Arrangements. Melansir Daily Star, disebutkan ada 74% kenaikan dalam pengguna web tersebut.

Sayang, kenaikan ini juga diikuti dengan sejumlah penipuan. Beberapa sugar baby pun mendapati diri mereka buntung alih-alih untung.

Salah satunya adalah wanita 28 tahun asal Massachusetts bernama Elizabeth Mirah. Dia hampir kehilangan pekerjaannya sebagai manajer kafetaria karena pandemi.

Putus asa, dia lalu mencoba untuk mencari sugar daddy lewat laman media sosial FetLife. Namun, Mirah berakhir ditipu.

Ilustrasi perempuan sedang jinjit di hadapan lelaki (Shutterstock).
Sugar baby dan sugar daddy (Shutterstock).

"Kami bercakap-cakap berulang kali dan dia terlihat seperti seseorang yang tulus," kata Mirah pada Business Insider.

Seperti sugar daddy lainnya, pria ini meminta nomor rekening dan detail bank Mirah. Tak lama kemudian, Mirah dikirimi dua cek sebesar USD 1.500 atau Rp 22,1 juta per cek.

Namun, si sugar daddy kemudian meminta Mirah untuk balik mengirimkan uang USD 500 (Rp 7,3 juta). Dia mengaku butuh uang untuk keponakannya.

Merasa berutang budi, wanita ini bahkan mengirimkan dua kali lipat dari jumlah yang diminta. Namun, tiga hari kemudian Mirah mendapati bahwa dirinya telah ditipu.

Tak cuma diminta mengirim uang, cek yang dikirimkan oleh si sugar daddy ternyata juga tidak bisa dicairkan.

Mirah pun mencoba melakukan komplain ke situs FetLife. Namun, besar kemungkinan Mirah tidak akan mendapatkan uangnya kembali.

Ilustrasi uang (unsplash.com)
Ilustrasi uang (unsplash.com)

Mirah bukan satu-satunya wanita yang tertipu sugar daddy di masa pandemi. Sejak lockdown berlangsung, ternyata memang banyak orang berpura-pura menjadi sugar daddy dan meminta dikirimkan uang lebih dulu sebagai bukti loyalitas.

"Sugar daddy ada di posisi yang memiliki kekuasaan," ungkap seorang sugar baby bernama Josh.

"Jadi, kalau sugar daddy mempertanyakan dirimu dan loyalitasmu dan apa yang bisa kau lakukan untuk mereka, kemungkinan besar mereka ingin mengambil keuntungan darimu," imbuhnya.

Terkait

Terkini