Selasa, 04 Agustus 2020

Ada Baiknya Juga, 7 Alasan Kamu Boleh Jadi Pelaku Ghosting

Kalau dihadapkan dalam situasi macam ini, sah-sah saja bagimu untuk menjadi pelaku ghosting.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Amertiya Saraswati
cloud_download Baca offline
Ilustrasi perempuan pemalu. (Pixabay/Free-Photos)
Ilustrasi perempuan pemalu. (Pixabay/Free-Photos)

Dewiku.com - Ghosting atau hilang tanpa kabar memang bukan istilah yang asing lagi. Selama ini, ghosting biasanya dikaitkan dengan citra yang buruk dan negatif.

Ghosting juga kerap dihubungkan dengan perilaku mendadak pergi tanpa penjelasan apapun dalam hubungan asmara. Tidak heran, banyak yang sakit hati saat menjadi korban ghosting.

Padahal, ghosting juga dapat berlaku di dunia pertemanan. Selain itu, ghosting tidak selamanya buruk dilakukan.

Melansir Your Tango, ada beberapa situasi yang mengizinkanmu untuk menjadi pelaku ghosting dan memutus kontak lebih dulu.

Kalau hal-hal di bawah ini terjadi padamu, jangan takut dicap buruk walau kamu melakukan ghosting.

Ilustrasi pengguna aplikasi kencan online. [Shutterstock]
Ilustrasi pengguna aplikasi kencan online. [Shutterstock]

1. Kamu dan dia belum pernah bertemu di dunia nyata

Situasi pertama ini berlaku baik dalam hal kencan maupun pertemanan. Kalau kamu cuma mengenalnya lewat dunia maya dan merasa ragu, kamu berhak memutuskan hubungan.

Itu sah-sah saja dilakukan, apalagi kalau ada kemungkinan bahwa orang yang kamu temui di dunia maya tidak benar-benar peduli padamu.

2. Ada kejadian buruk di kencan pertama

Kamu boleh memutuskan kontak jika kencan pertama kalian tak berjalan lancar. Misalnya, orang yang kamu temui berlaku tidak sopan atau membuatmu sakit hati.

Hal ini perlu kamu lakukan sebelum terjebak lebih dalam dengan orang yang salah.

Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan. (Shutterstock)
Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan. (Shutterstock)

3. Mereka melakukan kekerasan atau pelecehan

Kalau teman atau kekasihmu mendadak melakukan kekerasan atau pelecehan, jangan ragu untuk meninggalkannya tanpa kabar.

Biasanya, orang-orang macam ini cenderung obsesif. Daripada tersakiti, jauh lebih baik jika kamu menjadi pelaku ghosting. Besar kemungkinan, dia juga tak akan mendengarkan penjelasanmu.

4. Mereka berbohong

Mungkin, kamu adalah tipe orang yang tak suka dibohongi. Jika tidak, kebohongan yang dia lakukan tergolong parah.

Kalau hal ini terjadi, kamu boleh meninggalkannya tanpa penjelasan. Seharusnya, mereka juga paham mengapa kamu sakit hati.

5. Kamu mempunyai firasat buruk soal dirinya

Ada masanya, kamu harus mendengarkan firasat buruk yang ada. Dengan demikian, kamu bisa menghindari drama atau menjadi korban hubungan tidak sehat.

Firasat buruk muncul bukan tanpa alasan. Jika kamu memiliki firasat bahwa dia akan melakukan hal-hal buruk, ikutilah kata hatimu.

Mungkin saja, dia telah mengatakan atau melakukan sesuatu yang membuatmu tidak nyaman. Hanya saja, kamu belum benar-benar menyadarinya.

Lelaki dan perempuan sedang bertengkar. (Shutterstock)
Lelaki dan perempuan sedang bertengkar. (Shutterstock)

6. Mereka telah melanggar batas

Setiap orang mempunyai batasan mereka masing-masing. Kalau orang yang baru pertama kali kamu temui sudah melanggar batas, kamu berhak meninggalkannya.

Dengan demikian, kamu tak membuang-buang tenaga dan bisa menghindari rasa kecewa di masa depan.

7. Dia tak mau memberikan kejelasan

Terakhir, jangan ragu untuk lebih dulu melakukan ghosting jika dia tak mau memberikan kejelasan. Bukan hanya dalam hal asmara, ini juga berlaku untuk urusan pertemanan.

Kalau temanmu suka mengabaikanmu atau tak lagi peduli padamu, kamu bebas untuk pergi alih-alih merasa sakit hati.

Ingat, kamu juga berhak dihormati dan mendapat penjelasan dari orang-orang yang telah menyakitimu itu.

Terkait

Terkini