Senin, 28 September 2020

Berdasarkan Studi, Begini Cara Bedakan Tatapan Cinta dan Nafsu Belaka

Para peneliti dari University of Chicago menunjukkan cara membedakan tatapan seseorang yang berarti cinta atau hanya nafsu belaka.

Rima Sekarani Imamun Nissa
cloud_download Baca offline
Ilustrasi pasangan romantis. (Unsplash/Christiana Rivers)
Ilustrasi pasangan romantis. (Unsplash/Christiana Rivers)

Dewiku.com - Sebuah studi yang dilakukan para peneliti dari University of Chicago menunjukkan seperti apa perbedaan antara cinta dan nafsu. Peneliti menyatakan, perbedaan itu mungkin dapat dilihat dari mata.

Dilansir dari Scince Daily, cara teman kencan memandang Anda bisa menunjukkan apakah cinta atau nafsu yang ada di benaknya. 

Studi itu menyatakan, jika pandangan teman kencan Anda menuju ke wajah, maka cenderung mengarah pada pandangan romantis atau cinta. Sementara kalau dia menatap pada tubuh, mungkin mereka hanya merasakan hasrat seksual. 

Kuncinya, coba lihat pada penilaian atau pandangan otomatis dalam setengah detik pertama. 

 

"Walau saat ini sedikit yang diketahui tentang ilmu cinta pada pandangan pertama atau bagaimana orang jatuh cinta, pola-pola respons ini memberikan petunjuk pertama tentang bagaimana proses perhatian otomatis, tatapan mata bisa membedakan perasaan cinta," catat penulis utama Stephanie Cacioppo, direktur Laboratorium NeuroImaging Listrik Berkinerja Tinggi. 

Penelitian ini  telah diterbitkan secara online di jurnal Psychological Science.  Penelitian sebelumnya oleh Cacioppo menunjukkan bahwa berbagai jaringan wilayah otak diaktifkan oleh cinta dan hasrat seksual. 

Dalam studi ini, tim melakukan dua percobaan untuk menguji pola visual. Mereka berupaya menilai dua keadaan emosi dan kognitif yang berbeda yang seringkali sulit untuk dipisahkan satu sama lain cinta romantis dan hasrat seksual (nafsu).

Mahasiswa pria dan wanita dari Universitas Jenewa melihat serangkaian foto hitam-putih tentang orang yang belum pernah mereka temui. Pada bagian satu penelitian, peserta melihat foto-foto pasangan heteroseksual muda dan dewasa yang saling memandang atau berinteraksi. 

Pada bagian dua, peserta melihat foto-foto individu yang menarik dari lawan jenis yang sedang melihat langsung ke kamera atau penonton. Tak ada foto yang berisi gambar telanjang atau gambar erotis.

Ilustrasi pasangan kekasih. (Unsplash/Jonathan Borba)
Ilustrasi pasangan kekasih. (Unsplash/Jonathan Borba)

Studi ini menemukan tak ada perbedaan signifikan dalam waktu yang dibutuhkan subjek untuk mengidentifikasi cinta romantis versus hasrat seksual yang menunjukkan seberapa cepat otak bisa memproses kedua emosi.

Tetapi analisis data pelacakan mata dari dua studi itu mengungkapkan perbedaan yang nyata dalam pola pergerakan mata, tergantung pada apakah subjek melaporkan perasaan hasrat seksual atau cinta romantis. 

Orang-orang cenderung terpaku secara visual pada wajah, terutama saat mereka mengatakan sebuah gambar memunculkan perasaan cinta romantis. Namun, dengan gambar yang membangkitkan hasrat seksual, mata subjek bergerak dari wajah beralih ke seluruh tubuh. 

"Dengan mengidentifikasi pola mata yang spesifik untuk rangsangan yang berhubungan dengan cinta, penelitian ini bisa berkontribusi pada pengembangan biomarker yang membedakan perasaan cinta romantis versus hasrat seksual," ungkap Profesor Tiffany dan Margaret Blake, rekan peneliti. (*Fita Nofiana)

Terkait

Terkini