Kamis, 24 September 2020

Ingin Jihad Agama, Pria Ini Rela Nyawa Istrinya Terancam akibat Hamil

Pria tersebut mengabaikan saran dokter seputar kondisi istrinya yang sudah hamil lima kali.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Amertiya Saraswati
cloud_download Baca offline
Ilustrasi wanita hamil. (Pexels/Janko Ferlic)
Ilustrasi wanita hamil. (Pexels/Janko Ferlic)

Dewiku.com - Bagi pasangan suami-istri, memiliki anak adalah sebuah anugerah. Momen kehamilan hingga persalinan pun biasanya menjadi sesuatu yang membahagiakan.

Sayangnya, hal itu tak berlaku bagi pasangan asal Malaysia ini. Kisah seorang pria yang mengabaikan saran dokter demi jihad tersebut menjadi viral setelah diunggah di media sosial Facebook.

Dilansir dari MStar pada Jumat (17/7/2020), kisah suami-istri itu dibagikan di laman Public Health Malaysia. Unggahan itu mendapat 1,2 ribu komentar dan telah dibagikan ulang sebanyak 6,3 ribu kali.

"Sedih. Itulah yang bisa kami rasakan setelah mendengar kasus yang diceritakan seorang dokter tentang suami yang membahayakan nyawa istri karena menolak saran dokter," tulis unggahan dalam bahasa Melayu itu.

Di sana, diceritakan bahwa pria ini punya istri yang masih muda. Umur sang istri belum mencapai 30 tahun tapi sudah punya 5 orang anak.

Viral Suami Tolak Saran Dokter demi Jihad (facebook.com/publichealthmalaysia)
Viral Suami Tolak Saran Dokter demi Jihad (facebook.com/publichealthmalaysia)

Tak cuma itu, sang istri hamil dalam rentang waktu yang terbilang pendek. Dari total lima kehamilan, ada tiga kali persalinan yang dilakukan secara bedah caesar.

"Pernah juga ada komplikasi rahim pecah pada kandungan kedua. Untuk persalinan kali ini, dokter bakal menjalankan pembedahan caesar secara vertikal di bagian ari-ari," lanjut unggahan itu.

Kondisi ini pun membuat dokter khawatir. Disebut bisa membahayakan nyawa, dokter menyarankan agar rahim wanita itu diikat pasca melahirkan anak kelima nanti.

"Ini karena kalau istri mengandung anak keenam, itu cuma akan membahanyakan nyawa istri dan anak di kandungan," tambah dokter.

Sayangnya, saran dokter untuk melakukan prosedur ikat rahim itu ditolak mentah-mentah oleh sang suami. Walau nyawa istrinya terancam, suami ini tetap ngotot dengan alasan jihad agama.

"Suami telah konseling berulang kali tapi masih tak mau menerima saran dokter. Katanya jihad agama," lanjut unggahan tadi.

Ilustrasi. (Shutterstock)
Ilustrasi. (Shutterstock)

Sang suami kini bahkan menuntut agar istrinya ditangani dokter kandungan perempuan. Dia juga menolak memberikan vaksin pada anaknya nanti.

Kisah ini pun membuat warganet kesal dan marah pada si suami. Pasalnya, pakar berpendapat bahwa jumlah maksimal pembedahan caesar adalah tiga kali.

Prosedur melahirkan lewat bedah caesar memang berisiko lebih tinggi. Umur sang ibu yang masih muda pun menjadi pertimbangan.

"Memang perlu aturan untuk melindungi wanita. Tak semua istri berani bersuara. Kalau membangkang nanti dibilang durhaka pada suami, menolak rezeki, dan lain-lain," tulis warganet yang kesal.

"Ini suami betul-betul tidak punya belas kasihan. Dia anggap istrinya pabrik anak. Suami yang baik mengutamakan kesehatan istrinya," imbuh komentar lain.

Terkait

Terkini