Jum'at, 30 Oktober 2020

Kisah Pernikahan Pasangan Down Syndrome, Sempat Galau Jalani LDR

Meski pesta pernikahan tidak berjalan seperti harapan, pasangan down syndrome ini benar-benar bahagia.

Rima Sekarani Imamun Nissa
cloud_download Baca offline
Ilustrasi gaun pernikahan. (Unsplash/Robert Oh)
Ilustrasi gaun pernikahan. (Unsplash/Robert Oh)

Dewiku.com - Pasangan down syndrome akhirnya resmi menikah setelah sempat terpisah karena kebijakan penguncian wilayah di Inggris. Keduanya merasa bahagia dan sangat terharu dengan berbagai momen manis di pernikahan mereka.

Melansir Daily Star, Senin (13/7/2020) lalu, Heidi Crowter dan James Carter telah mengucapkan janji suci pada 4 Juli 2020 lalu. Itu adalah hari di mana Perdana Menteri Inggris mengumumkan acara pernikahan boleh digelar lagi tapi dengan sederet protokol kesehatan.

Akibat pandemi, pasangan ini tidak bisa leluasa bertemu sejak Maret lalu. James yang berusia 26 tahun tinggal bersama keluarganya di Weymouth, sedangkan Heidi berada di Coventry. Mereka terpisah sejauh 180 mil dan tidak pernah berhenti saling merindu.

Heidi dan James yang pertama kali bertemu dua tahun lalu sebenarnya berencana menikah di depan 220 tamu. Namun, hal itu tentu saja tidak dapat dilakukan di tengah pandemi seperti sekarang.

Ilustrasi pengantin wanita. (Pexels/Dmitry Zvolskiy)
Ilustrasi pengantin wanita. (Pexels/Dmitry Zvolskiy)

Sesuai ketentuan, pernikahan pasangan ini cuma boleh dihadiri 30 orang. Meski begitu, prosesinya disaksikan oleh lebih dari 11 ribu orang di YouTube.

"Itu bukan pernikahan yang kami rencanakan namun itu adalah hari terbesar dalam hidupku," ungkap Heidi kepada The Mirror, dikutip dari Daily Star.

Memang ada banyak hal yang tak bisa dilakukan seperti biasanya. Mereka tidak diizinkan menyanyikan lagu-lagu pujian ketika menggelar upacara di Gereja Hillfields.

Aturan lainnya, sang ayah tak boleh mengantar anak perempuannya berjalan menuju altar, mesti cuci tangan sebelum tukar cincin, dan resepsi terbatas.

Tak ada makanan atau minuman apapun, kecuali jika itu berkaitan dengan upacara keagamaan. Pidato pernikahan juga tak bisa dilakukan suara lantang.

Walau demikian, Heidi tetap merasakan kebahagiaan sempurna di hari pernikahannya dengan James.

Heidi Crowter dan James Carter, pasangan down syndrome yang menikah di tengah pandemi. (Facebook/Liz Crowter)
Heidi Crowter dan James Carter, pasangan down syndrome yang menikah di tengah pandemi. (Facebook/Liz Crowter)

"Saat aku berjalan memasuki gereja, aku sangat emosional dan bersemangat. Aku hampir mulai menangis karena James tampak sangat tampan dengan jasnya," ucap perempuan 25 tahun itu.

Dia juga mengatakan, "Aku sudah memimpikan momen itu sejak aku dilahirkan."

James pun mengaku berdebar-debar ketika menyaksikan Heidi berjalan menuju altar.

"Dia terlihat sangat menakjubkan. Ingatan itu akan tetap bersamaku selamanya," tuturnya.

Heidi sendiri dikenal sebagai aktivis down syndrome yang telah menginspirasi banyak orang. Awal tahun ini, dia turut aktif meminta pemerintah melakukan perubahan terhadap Undang-Undang Aborsi 1967 di Inggris.

"Heidi merupakan wanita luar biasa. Aku sangat senang telah menikah dengan sahabatku," ungkap James.

Sementara itu, Heidi dan James dikabarkan berencana mengadakan perayaan yang lebih besar untuk pernikahan mereka tahun depan. Semoga lancar!

Terkait

Terkini