Kamis, 16 Juli 2020

Heboh! Wanita China Disarankan Poliandri gara-gara Banyak Pria Jomblo

Banyaknya populasi pria di China membuat banyak orang berakhir tidak punya jodoh.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Amertiya Saraswati
cloud_download Baca offline
Ilustrasi menikah. (Unsplash/Nyana Stoica)
Ilustrasi menikah. (Unsplash/Nyana Stoica)

Dewiku.com - China dikenal sebagai salah satu negara dengan penduduk terbanyak. Salah satu masalah kependudukan yang ada yaitu ketidakseimbangan rasio gender.

Untuk mengatasinya, baru-baru ini seorang profesor sekaligus ahli ekonomi bernama Yew-Kwang Ng secara mengejutkan menyarankan agar wanita di China boleh memiliki banyak suami.

Melansir dari Daily Mail, jumlah laki-laki di China yang tidak menikah terus mengalami peningkatan.

Bahkan, pada 2050 nanti, China diprediksi akan memiliki total 30 juta penduduk pria yang tidak menikah.

Menanggapi hal itu, Profesor Yew-Kwang Ng dari School of Economics Universitas Fudan pun membeberkan ide yang lumayan kontroversial.

Yew Kwang-Ng dikabarkan sudah meminta pemerintah untuk mempertimbangkan agar wanita diperbolehkan memiliki dua suami atau lebih pada waktu bersamaan.

Ilustrasi perempuan melakukan poliandri (Shutterstock)
Ilustrasi perempuan melakukan poliandri (Shutterstock)

Menurut Profesor Ng, banyak pria di China yang kesusahan menemukan pasangan hidup karena tingkat kompetisi yang tinggi.

"Kalau kebutuhan biologis dan psikologis pria tak bisa dipenuhi, itu akan membawa dampak negatif terhadap kebahagiaannya," jelas Profesor Ng lewat sebuah opini yang dipublikasikannya di NetEase.

Oleh karenanya, Profesor Ng pun mengajukan dua solusi, yaitu legalisasi prostitusi dan poliandri. Kedua praktek ini masih dilarang di China hingga sekarang.

Menurutnya, prostitusi memang bisa memenuhi kebutuhan biologis pria. Namun, hal ini tetap tidak menyelesaikan kebutuhan pria untuk punya pasangan hidup.

Itulah kenapa dia menyarankan praktek poliandri. Walau demikian, Yew Kwang-Ng juga mengklarifikasi bahwa dia tidak sedang mempromosikan praktek poliandri.

Ilustrasi pria sakit mata. (Unsplash/christopher lemercier)
Ilustrasi pria jomblo. (Unsplash/christopher lemercier)

"Kalau bukan karena ketidakseimbangan rasio pria dan wanita, aku tak akan menyarankan poliandri sama sekali."

"Kedua, aku tidak mempromosikan atau mendukung poliandri. Aku cuma berpikir bahwa dengan masalah banyaknya jumlah pria dan sedikitnya wanita, pemerintah mungkin dapat mempertimbangkan ini," tambah Yew Kwang-Ng.

Sang profesor sendiri mengatakan jika dia tak keberatan untuk berbagi istri, dibandingkan tidak punya istri sama sekali.

Sebelumnya, ilmuwan lain bernama Mao Shoulong juga sudah memberikan saran pada pemerintah untuk mengizinkan wanita dari negara lain tinggal dan menikah dengan warga China.

Pasalnya, akibat tidak kunjung mendapat jodoh, banyak pria China yang lantas rela membayar mahal untuk menikahi wanita Vietnam dan meningkatkan jumlah kasus perdagangan manusia.

Terkait

Terkini