Minggu, 07 Juni 2020

Putus Cinta saat Pandemi Corona Bikin Ekstra Galau, Baca Tips Berikut!

Putus cinta di tengah upaya social distancing dan pandemi Covid-19 bisa membuatmu merasa lebih kesepian.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Amertiya Saraswati
cloud_download Baca offline
Ilustrasi wanita sedang sedih. (Unsplash/Motoki Tonn)
Ilustrasi wanita sedang sedih. (Unsplash/Motoki Tonn)

Dewiku.com - Perkara social distancing di tengah pandemi virus corona Covid-19 membikin banyak orang-orang di seluruh dunia tak lagi bisa berhubungan secara langsung. Wajar saja jika belakangan ada yang mulai merasa kesepian meski masih bisa berkomunikasi secara online dengan orang tersayang.

Hal ini bisa bertambah parah bagi mereka yang baru saja putus cinta sebelum karantina atau malah kandas di kala menjalani karantina.

Tidak hanya terisolasi secara fisik, mereka yang putus cinta dan patah hati di kala social distancing dapat merasa lebih kesepian secara emosional.

"Sebagai tambahan rasa sakit karena putus, kau juga merasa sendiri karena karantina," ungkap terapis keluarga dan pernikahan Virginia Gilbert, dilansir dari Huffpost.

"Normalnya kau akan bertemu teman, tapi sekarang semua di rumah."

Belum lagi, situasi bakal semakin rumit jika kamu baru saja putus dan malah terjebak isolasi dengan keluarga. Privasi untuk menangis atau bersedih pun terasa berkurang.

Nah, bagi kamu yang mengalami masalah tersebut, jangan panik dulu. Masih melansir Huffpost, inilah deretan tips yang bisa dilakukan untung mengurangi rasa kesepian akibat putus kala social distancing.

Ilustrasi hubungan retak, putus cinta, konflik. (Shutterstock)
Ilustrasi hubungan retak, putus cinta, konflik. (Shutterstock)

1. Mengakui rasa sakit yang ada

Menurut Virginia Gilbert, mengakui rasa sakit pasca perpisahan adalah langkah yang penting.

"Observasi bagaimana kondisimu yang tidak lagi memiliki pasangan selama pandemi," ungkapnya.

Dengan demikian, kamu pun bisa bersikap lebih objektif dan berfokus pada kondisimu alih-alih berpikir secara emosional.

2. Gunakan waktumu dengan bijak

Setelah memahami perasaanmu, carilah cara untuk mengisi waktu dengan bijak. Jangan malah gunakan waktumu di rumah untuk stalking mantan.

Dibandingkan menyiksa diri sendiri, kamu bisa melakukan aktivitas bermanfaat lainnya seperti yoga atau membaca.

3. Gunakan pekerjaan dan rutinitas yang sehat sebagai pengalih perhatian

Opsi lainnya, kamu bisa berfokus pada pekerjaan yang harus dilakukan di rumah.

Selain itu, jangan lupa untuk melakukan rutinitas sehat seperti berolahraga ringan di rumah. Tak hanya baik untuk kesehatan fisik, hal ini juga bermanfaat bagi kesehatan mentalmu setelah putus cinta.

Ilustrasi pemulihan diri usai putus cinta. (Shutterstock)
Ilustrasi pemulihan diri usai putus cinta. (Shutterstock)

4. Membuat jurnal

Demi memastikan kamu mencoba move on, cobalah menulis jurnal tentang perasaanmu sehari-hari.

Jurnal juga dapat digunakan untuk menggantikan keberadaan temanmu di tengah social distancing ini. Karena tak dapat bertemu secara fisik, cobalah untuk menuangkan perasaanmu pada jurnal.

Opsi lainnya, kamu dapat menulis hal-hal yang membuatmu bersyukur di dalam jurnal.

5. Anggap ini sebagai kesempatan untuk memulai sesuatu yang baru

Putus cinta di tengah karantina pandemi corona memang terdengar menyedihkan. Namun, adanya jarak di antara kalian juga dapat membantu menyembuhkan luka.

Gunakanlah waktu karantina untuk menyembuhkan dirimu sendiri. Selain itu, adanya karantina juga memastikan kamu tak memiliki kesempatan bertemu mantan secara langsung.

Terkait

Terkini