Minggu, 05 April 2020

Cinta Ditolak, Pria Ini Malah Nekat Bakar Pujaan Hatinya

Korban pun tewas setelah sepekan dalam kondisi kritis.

Rima Sekarani Imamun Nissa
cloud_download Baca offline
Ilustrasi patah hati. (Unsplash/Kelly Sikkema)
Ilustrasi patah hati. (Unsplash/Kelly Sikkema)

Dewiku.com - Seorang dosen perempuan muda akhirnya tewas mengenaskan, Senin (10/2/2020), setelah sepekan dalam kondisi kritis akibat dibakar di jalanan oleh seorang lelaki di India. Pelaku diduga pernah mengalami masalah cinta ditolak oleh korban dan diketahui telah menguntitnya selama berbulan-bulan.

Kejadian pembakaran sendiri terjadi pada Senin 3 Februari lalu, saat sang dosen perempuan sedang berjalan menuju tempat kerjanya di negara bagian Maharashtra. Adapun lelaki tersangka pembakaran kemudian telah ditangkap polisi, yang diduga telah menguntit dan mengganggu korban selama berbulan-bulan.

Mengutip BBC, dalam aksi pembakaran itu, pelaku menggunakan semacam tongkat yang dilumuri bensin dengan api menyala-nyala. Seorang saksi mata bernama Vijay Kukade, mengaku sempat menghentikan motornya ketika mendengar raungan kesakitan sang korban. Dia mulanya mengira ada kecelakaan lalu lintas.

"Aku memutar motorku utuk melihat apa yang terjadi. Tapi yang kulihat adalah seorang perempuan sedang terbakar api di jalanan," ungkapnya.

Walau tidak banyak disebutkan identitasnya, Indian Express menulis bahwa perempuan muda korban pembakaran bernama Ankita Pisudde, berumur 24 tahun, asal Hinganghat. Mengutip pejabat kepolisian setempat, media itu juga menyebut bahwa nama pelaku pembakaran yang telah ditangkap adalah Vikesh Nagrale.

Ilustrasi api. (Pixabay/Suhas Rawool)
Ilustrasi api. (Pixabay/Suhas Rawool)

"Sekitar pukul 7 pagi, Senin (3 Februari), tersangka Vikesh Nagrale mendekati perempuan (korban) dekat sebuah halte bus di Hinganghat. Dia tiba-tiba lalu menyiram korban dengan bensin dan kemudian membakarnya," ujar Superintendent Basavraj Teli dari Kepolisian Wardha.

Petugas lainnya, Inspektur Polisi SM Bandiwar dari Hinganghat mengatakan, motif utama pelaku tampaknya karena (cintanya) telah ditolak oleh sang dosen perempuan.

"Pada Senin itu, korban baru saja sampai di Hinganghat dari Daroda menumpang bus, dan baru berjalan kaki di sisi jalan ketika Nagrale mencegatnya," tutur dia

Bandivar juga menyebut bahwa pelaku diketahui telah menikah dan mempunyai seorang putri. Menurutnya, sekitar 3 bulan lalu ayah korban mengaku pernah memperingatkan Nagrale untuk tak lagi menguntit dan mengganggu putrinya.

Ilustrasi sakit. (Unsplash/Rawpixel)
Ilustrasi sakit. (Unsplash/Rawpixel)

"(Tapi) Keluarga korban tak pernah membuat laporan polisi terhadap Nagrale saat itu," ungkap Bandivar.

Akibat aksi pembakaran sadis itu, korban memang mesti menderita luka bakar cukup parah hingga mencapai 40 persen. Luka cukup parah terutama ada pada bagian kepalanya, lengan dan kaki, juga di bagian punggung dan muka.

Pada Jumat lalu, korban dilaporkan sempat dimasukkan ke ventilator. Namun, korban ternyata harus menghembuskan napas terakhirnya pada Senin kemarin. Mengutip BBC, menurut keterangan dokter rumah sakit, saat ini jenazahnya telah diserahkan ke polisi untuk dilakukan autopsi. (*Arsito Hidayatullah)

Terkait

Terkini