Kamis, 20 Februari 2020

Bulan Madu Gagal Total, Virus Corona Memisahkan Pasutri Ini

Akibat virus corona, ribuan orang harus dikarantina di atas kapal pesiar di Jepang.

Rima Sekarani Imamun Nissa
cloud_download Baca offline
Ilustrasi pasangan sedang bersedih. (Unsplash/Niki Sanders)
Ilustrasi pasangan sedang bersedih. (Unsplash/Niki Sanders)

Dewiku.com - Demi mencegah penyebaran wabah virus corona, sebuah kapal pesiar bernama Diamond Princess tengah dikarantina di lepas pantai Yokohama, Jepang.

Akibatnya, ribuan penumpang pun terjebak di sana, sementara menunggu pemeriksaan dan masa karantina berakhir. Setidaknya ada 61 orang penumpang yang sudah positif terjangkit virus corona.

Para penumpang yang positif virus corona ini lalu diturunkan untuk dibawa ke fasilitas medis dan mendapatkan perawatan. Salah satunya adalah seorang laki-laki yang seharusnya sedang dalam masa bulan madu bersama istrinya.

Dilansir dari laman NY Post, kisah suami-istri ini dibeberkan oleh penumpang lain bernama David Abel.

David Abel sendiri adalah penumpang asal Inggris yang sedang liburan dengan istrinya di kapal Diamond Princess. Lewat Facebook, pria berumur 74 tahun itu rajin membagikan perkembangan terbaru.

Ilustrasi kapal pesiar. (Pixabay/addesia)
Ilustrasi kapal pesiar. (Pixabay/addesia)

Salah satunya adalah kisah mengenai seorang teman di kapal pesiar yang sedang bulan madu. Sayangnya, pasangan itu kini terpaksa berpisah dari istrinya karena positif mengidap virus corona.

"Dia bakal dibawa ke fasilitas medis, dan istrinya harus tetap tinggal di kapal. Itu akan menjadi sangat, sangat, sangat berat," ujar David Abel.

"Itu pasti sangat mengerikan. Aku tidak bisa membayangkan rasanya menjadi mereka," imbuhnya.

Selain kisah pasangan suami istri yang terpaksa dipisahkan itu, David Abel juga membagikan situasi selama diisolasi.

Ilustrasi kapal pesiar. (Pixabay/stokpic)
Ilustrasi kapal pesiar. (Pixabay/stokpic)

"Penumpang di dalam kabin kecil tak memiliki jendela, sinar matahari, dan udara segar... tapi kapten telah mengumumkan bahwa penumpang bisa ke dek terbuka untuk olahraga dan mencari udara segar."

"Jika diizinkan, kami mesti memakai masker di luar. Kami juga harus menjaga jarak satu meter dari orang lain dan tak boleh berkumpul dalam kelompok."

"Semua kemewahan telah hilang. Kami mesti menjaga kebersihan kamar kami sendiri sekarang," tuturnya. (*Amertiya Saraswati)

Terkait

Terkini