Kamis, 20 Februari 2020

Putus Asa, Pasangan Ini Curhat Terjebak di Kapal Karantina Virus Corona

Milena Basso dan Gaetano Cerullo harus terjebak bersama ribuan penumpang lain di kapal pesiar Diamond Princess.

Rima Sekarani Imamun Nissa
cloud_download Baca offline
Ilustrasi kapal pesiar di tengah lautan. (Pixabay/addesia)
Ilustrasi kapal pesiar di tengah lautan. (Pixabay/addesia)

Dewiku.com - Pasangan turis asal Amerika harus merasakan bulan madu yang tidak menyenangkan akibat adanya wabah virus corona.

Melansir dari Foxnews, Sabtu (8/2/2020) lalu, Milena Basso dan Gaetano Cerullo harus terjebak bersama sekitar 2.000 penumpang lain di kapal pesiar Diamond Princess.

Terombang-ambing di lepas pantai Jepang, dilaporkan setidaknya ada 61 penumpang yang sudah positif terkena virus corona.

Terkait kondisi Milena dan Gaetano saat ini, mereka kompak menyebut sehat secara fisik tapi tidak secara mental. Selama masa karantina ini, Milena mengaku kesulitan untuk mendapatkan makanan dan minuman.

"Hari pertama karantina, kami meminta 2 botol air mineral. Pesanan kami datang setelah 4 jam. Esoknya, kami meminta hal yang sama namun cuma dapat 2 cup," jelas Milena, kepada Foxnews.

Hal ini, imbuh Milena, sangat berbanding terbalik dengan keadaan sebelum adanya karantina. Menurutnya, perkara memesan makanan tak pernah sesusah itu.

Ilustrasi kapal pesiar. (Pixabay/stokpic)
Ilustrasi kapal pesiar. (Pixabay/stokpic)

"Kita bisa dapat makanan enak dengan cepat. Namun setelah karantina, makanan yang kita dapat benar-benar turun kualitas," aku Milena.

Semakin hari, keadaan karantina semakin membuat keduanya khawatir. Apalagi, mengingat mereka masih harus menunggu paling tidak selama 2 minggu untuk dapat sampai di Amerika.

Milena dan Gaetano pun lantas meminta bantuan kepada Presiden Donald Trump. Mereka berharap Trump dapat melakukan sesuatu terkait situasi karantina ini.

Ilustrasi penyebaran virus corona. (Pixabay/Gerd Altmann)
Ilustrasi penyebaran virus corona. (Pixabay/Gerd Altmann)

"Kami butuh bantuan, kami dalam kondisi yang sangat putus asa," tutur Milena.

Lebih lanjut dijelaskan, virus corona awalnya menempel pada seorang penumpang kapal yang naik dari Yokohama pada 20 Januari 2020 lalu.

Terkait fasilitas yang diberikan selama masa karantina, pihak kapal menyebut akan memberikan layanan internet dan telepon gratis yang dapat digunakan para penumpang untuk menghubungi pihak keluarga serta orang terkasih di luar kapal. (*Fitri Asta Pramesti)

Terkait

Terkini