Rabu, 08 Juli 2020

Hubungan Seks Dianggap Bisa Akhiri Pertengkaran, Ternyata Ini Kekurangannya

Benarkah hubungan seks dapat diandalkan pasangan untuk menyelesaikan masalah?

Rima Sekarani Imamun Nissa
cloud_download Baca offline
Ilustrasi hubungan suami istri. (Pixabay/Sasin Tipchai)
Ilustrasi hubungan suami istri. (Pixabay/Sasin Tipchai)

Dewiku.com - Banyak orang yang merasa hubungan suami-istri setelah bertengkar lebih menyenangkan dan memuaskan. Masalah yang jadi memicu pertengkaran pun seolah terselesaikan karena hubungan seks itu.

Emosi yang melonjak ketika bertengkar dapat disalurkan dengan berhubungan intim. Namun, apakah pasangan bisa terus mengandalkan cara ini untuk berbaikan?

Melansir Hello Sehat, bertengkar dengan pasangan ibarat sesi pemanasan bagi beberapa orang. Ketegangan yang dibangun selama pertengkaran bisa berubah menjadi gairah seksual.

Meski demikian, Anda tak disarakan untuk memulai pertengkaran hanya agar hubungan intim lebih menggairahkan. Pasangan juga disarankan tidak bergantung pada hubungan seks untuk menyelesaikan masalah.

Ada beberapa kekurangan dari hubungan intim setelah bertengkar, yaitu:

Ilustrasi berhubungan seks (Shutterstock)
Ilustrasi berhubungan seks (Shutterstock)

Seks tidak semata menyelesaikan masalah

Jika hubungan seks terjadi sebelum Anda berdua menghasilkan solusi atau minimal memahami intinya, berarti masalah belum selesai. Cepat atau lambat, masalah sangat mungkin kembali muncul ke permukaan dan memicu pertengkaran lagi.

Jika hubungan intim mengecewakan, masalah justru bisa semakin bertambah

Dalam beberapa kasus, seks setelah bertengkar mungkin membikin ketegangan emosi mereda. Namun, beda cerita jika prosesnya justru menyisakan frustasi karena ada pihak yang tidak puas. Anda mungkin jadi punya alasan tambahan untuk terus bertengkar.

menangis usai berhubungan seks [shutterstock]
Menangis usai berhubungan seks. (Shutterstock)

Punya ekspektasi berbeda

Anda juga perlu mempertimbangkan perbedaan pandangan dengan pasangan. Anda mungkin menganggap permasalahan sudah selesai setelah terjadi hubungan seks.

Namun, ekspektasi pasangan bisa saja berbeda. Mungkin saja dia cuma berpikir bahwa masalah dapat diselesaikan di lain waktu. Jadi, masalah Anda berdua belum bisa dianggap selesai.

Bagaimanapun, komunikasi adalah kunci penting untuk menyelesaikan masalah dalam hubungan asmara. Tentu akan lebih baik jika Anda berdua tetap saling berbicara dan mencari solusi untuk menyelesaikan masalah sampai tuntas.

Terkait

Terkini