Rabu, 21 Agustus 2019

Lebih Baik Lanjut atau Putus? Ini Caranya Menghadapi Pacar Anak Mami

Anda punya pacar anak mami?

Rima Sekarani Imamun Nissa
Ilustrasi anak mami. (Unsplash/Marvin Meyer)
Ilustrasi anak mami. (Unsplash/Marvin Meyer)

Dewiku.com - Ada yang merasa kewalahan memiliki pacar anak mami? Selain cenderung manja, pacar yang terlalu bergantung dengan sang ibu biasanya sulit membuat keputusan sendiri. Hampir selalu ada campur tangan orang tua dalam hubungan cinta kalian.

Melansir Hellosehat, beberapa ciri pacar yang cenderung anak mami di antaranya:

Berbagai sikapnya sebagai anak mami bakal sangat rentan memicu konflik. Misalnya, Anda dan pasangan sudah janjian bertemu tetapi tiba-tiba sang ibu minta untuk ditemani ke supermarket.

Sebagai anak yang sangat dekat dengan sang ibu, ia pasti tak bisa menolaknya. Kemungkinan besar, ia bakal memilih membatalkan janjinya dengan Anda.

Kalau hanya sekali dua kali, tentu ini tak menjadi masalah. Bagaimanapun orangtua adalah prioritas utama yang tidak boleh diabaikan.

Ketergantungan sama pacar ternyata tidak baik. (Shutterstock)
Pasangan kekasih. (Shutterstock)

Namun, jika pacar menjadi amat sangat tergantung dengan ibunya hingga terkesan tak bisa mandiri, Anda harus bersiap menerima kenyataan itu.

Sikap dan sifat anak maminya kemungkinan besar sudah tertanam dan akan terus terbawa. Bukan mustahil setelah menjadi suami atau istri, ia bakal tetap seperti itu tanpa ada perubahan. Apakah Anda siap menghadapi segala risikonya?

Ketika pacar Anda menunjukkan tanda-tanda anak mami tapi Anda ingin tetap bertahan, segeralah ambil langkah tindak lanjut.

Kunci dari hubungan sehat adalah tak menyimpan sendiri perasaan Anda, terutama kekesalan. Pasangan mungkin tidak pernah sadar bahwa ia sangat bergantung pada ibunya. Bisa jadi ia juga tak pernah tahu bahwa Anda selama ini merasa kesal saat ia selalu mengabaikan Anda karena ibunya.

Cobalah komunikasikan perasaan Anda. Sampaikan berbagai keberatan Anda soal sikap dia yang cenderung anak mami.

Ilustrasi pasangan kekasih. (Shutterstock)
Ilustrasi pasangan kekasih. (Shutterstock)

Dorong dan berikan pengertian padanya bahwa semakin bertambah usia, seseorang perlu punya kemandirian, pun dalam hal membuat keputusan dari hal-hal terkecil. Sampaikan bahwa orangtua tentu boleh menasihati tapi keputusan tetap ada di tangan kita masing-masing.

Ungkapkan pada pasangan bahwa Anda cuma ingin membantunya menjadi lebih dewasa. Sampaikan juga bahwa dalam hubungan, kerja sama kedua belah pihak sangat dibutuhkan sehingga Anda hanya ingin mencari cara agar hubungan kalian bisa terus berjalan.

Jika pasangan memberikan argumen penolakan setelah Anda mencoba membicarakannya baik-baik, semua kembali pada Anda. Hanya Anda yang tahu apakah memang sanggup melanjutkan hubungan atau cukup menyudahinya sampai di sini saja.

Terkait

Terkini