Rabu, 21 Agustus 2019

Penantian Panjang Berujung Bahagia, Perjaka 63 Tahun Nikahi Cinta Monyetnya

Cinta monyet semasa SD yang menjadi nyata.

Rima Sekarani Imamun Nissa
Haryadi akhirnya bisa nikahi Titin Widyatmi, cinta monyetnya semasa SD. (Suara.com/Rahmat Ali)
Haryadi akhirnya bisa nikahi Titin Widyatmi, cinta monyetnya semasa SD. (Suara.com/Rahmat Ali)

Dewiku.com - Bagi banyak orang, cinta monyet adalah pengalaman manis sekaligus lucu tapi tidak banyak yang menganggapnya serius. Walau begitu, apa yang dirasakan seorang pria asal Gunung Kidul, DIY, ternyata berbeda. Kisah masa kanak-kanak itu berubah menjadi cinta sejati impiannya.

Senin (5/8/2019) kemarin, rasa bahagia terpancar dari wajah Haryadi, warga kompleks Pasar Semin, Gunung Kidul, DIY. Perjaka 63 tahun itu baru saja menikahi Titin Widyatmi, janda anak tiga yang usianya hanya lebih muda setahun darinya.

Perjalanan cinta mereka ternyata begitu unik. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, keduanya sempat dijodoh-jodohkan oleh teman-temannya. Sempat ada perasaan istimewa juga meski kala itu masih anak-anak.

Mereka terpisah selama 51 tahun. Namun pada Januari 2019 lalu, media sosial mempertemukan Haryadi dan cinta monyet di masa kanak-kanaknya.

Mereka pun memulai komunikasi intens, termasuk bertukar pesan via Whatsaap.

"Ya, biasa, kita hanya mengingat semasa kecil saat di sekolah dasar. Ndak ada yang canggung juga," ungkap Haryadi, saat ditemui Suara.com, Selasa (6/8/2019) kemarin.

Ilustrasi pernikahan dini. (Unsplash/Ben Waardenburg)
Ilustrasi pasangan cinta monyet. (Unsplash/Ben Waardenburg)

Namun, komunikasi yang kembali terjalin itu sepertinya sukses menumbukan lagi benih-benih perasaan di antara pasangan ini. Pada 23 Mei 2019, Haryadi akhirnya memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaannya.

"Di jam itu saya hubungi, jika ada perasaan dan ingin menjalin hubungan baik dan saya minta jawaban di waktu itu pula. Ya, intinya dia cantik, saya juga suka," tutur Haryadi.

Jawaban Titin pun membuat Haryadi lega karena ternyata juga menyimpan perasaan yang sama. Hubungan mereka pun semakin mantap hingga kemudian memutuskan menikah.

Bagi Titin, ada banyak hal yang membuatnya jatuh hati pada Haryadi. Ada banyak kenangan manis juga di masa lalu.

Saat masih anak-anak, keduanya memang selalu bersaing dalam prestasi pendidikan, belum lagi sering dijodoh-jodohkan oleh teman-temannya. Dia pun tidak memungkiri jika saat itu sempat ada perasaan dan sampai sekarang masih selalu terkesan.

Titin pun menyadari jika 51 tahun tidak bertemu bukan waktu singkat. Tak ada yang mengira jika dia bakal menikah dengan cinta monyet dari masa kecilnya.

Undangan pernikahan. (Unsplash/Micheile Henderson)
Undangan pernikahan. (Unsplash/Micheile Henderson)

"Awalnya tidak ada gambaran mau ketemu atau bahkan menikah. Sekarang ini saja juga berasa mimpi, sering bertanya apa benar ini semua. Ternyata, cinta sejati memang benar adanya," ujar Titin.

"Empat tahun lalu suami saya meninggal. Kemudian, hari-hari saya lalui sendiri, bersama anak dan cucu hingga akhirnya ketemu lagi dengan yang sekarang jadi suami," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala KUA Semin, Harsono, mengaku kaget saat mendapatkan pengajuan nikah dari Haryadi dan Titin. Setelah ditelusuri oleh pihaknya, rupanya ada cerita unik di balik pernikahan tersebut.

"Untuk maskawin sendiri, seperangkat alat salat dan emas 21 gram. Alhamdulillah berjalan lancar dan baik," ungkap dia. (Suara.com/Rahmad Ali)

Terkait

Terkini