Selasa, 23 Juli 2019

Kreatif, Programmer Ini Bikin Chatbot untuk Membalas Pesan Pacar

Tapi chatbot itu justru tidak berjalan semestinya.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Yasinta Rahmawati
Ilustrasi chatting. (Unsplash/Rawpixel)
Ilustrasi chatting. (Unsplash/Rawpixel)

Dewiku.com - Setelah menyadari bahwa ia telah mengabaikan sang pacar akibar terlalu sibuk dengan pekerjaan, seorang programmer China membuat chatbot untu membalas pesan sang pacar secara instan.

Melansir dari Next Shark, Li Kaixiang, seorang insinyur perangkat lunak yang bekerja untuk perusahaan e-commerce China JD.com, menciptakan program tersebut sehingga tetap dapat mengirim pesan manis kepada pacarnya saat ia sibuk bekerja.

Rencana itu berjalan dengan baik pada mulanya. Namun, kebahagiaan tiba-tiba berakhir ketika pacar itu memperhatikan bahwa pesannya dijawab dengan sangat cepat. Bot tersebut juga mulai mengirim pesan yang tidak biasa ditulis oleh orang betulan.

"Sayang, ini hari ke-618 kita bersama. Semoga kamu akan merasa cerah seperti matahari," tulis bot pada awalnya . Lalu tiba-tiba, ia mengirim pesan agak aneh yang berbunyi, "Suhu: 18.0 ° - 34.0 ° C ... Angin: Level 3 ... Kualitas udara: 42.0."

Menurut laporan, wanita itu bertanya kepada pacarnya mengapa dia tiba-tiba menjawab pesan begitu cepat. Obrolan mereka yang diterjemahkan oleh Abacus News, menunjukkan betapa chatbot itu membalas pesan dengan semakin tidak nyambung. "Bagaimana aku bisa merespon jika tidak ada masalah?" tulis chatbot itu.

Ilustrasi chatting di ponsel pintar. (Shutterstock)
Ilustrasi chatting di ponsel pintar. (Shutterstock)

Li mengatakan dalam postingan Weibo bahwa dia terkejut ketika mengetahui pacarnya telah bertukar 300 pesan dengan Chatbot pada saat dia menyelesaikan pekerjaannya.

Tidak dijelaskan apakah Li berniat untuk menipu pacarnya. Namun, kisahnya membuat chatbot untuk membalas pesan sang pacar masih viral meski Li sudah menghapus postingannya di Weibo.

Ilustrasi ponsel. (Unsplash/Ooi Jiat)
Ilustrasi ponsel. (Unsplash/Ooi Jiat)

Seorang warganet bahkan bertanya apakah Li bisa mengiriminya kode program chatbot itu. Beberapa yang lain bahkan malah menyatakan bot itu lebih asyik diajak chatting ketimbang orang asli.

Terkait

Terkini