Minggu, 25 Agustus 2019

Keseringan Ditanya Bikin Pacar Mengajakmu Menikah, Pertimbangkan Hal Ini

Apalagi jika pacar mengajakmu menikah saat dirimu sendiri merasa belum siap.

Rima Sekarani Imamun Nissa
Ilustrasi pria melamar kekasih. (Unsplash/Austin Pacheco)
Ilustrasi pria melamar kekasih. (Unsplash/Austin Pacheco)

Dewiku.com - Kapan nikah? Runtutan pertanyaan seperti ini dari keluarga hingga teman dan tetangga bisa jadi membuat pasangan begitu semangat mengajakmu menikah? Namun, bagaimana jika sebenarnya kamu belum siap menikah?

Apa yang kamu rasakan adalah hal wajar. Mungkin kamu tidak ingin cepat menikah karena ada rencana yang belum tercapai atau sekadar memang belum ingin mengarah ke sana. Lantas, harus bagaimana menghadapi pasangan yang ngebet nikah?

Jika kamu memang benar-benar belum siap atau yakin, cobalah ajak pasangan untuk berdiskusi lewat cara ini, seperti dilansir Hello Sehat:

1. Berikan jawaban tegas, tapi tidak menyinggung

Kamu tidak bisa langsung meledak marah atau tersingggung saat diajak menikah. Sebab pada dasarnya ia juga berhak tahu kejelasan dan tujuan hubungan ke depannya.

Diskusikanlah dengan santai untuk memperjelas apa alasannya ingin segera menikah. Terlepas dari apapun jawabannya, kamu boleh mengungkapkan perasaan yang sebenarnya.

Melamar kekasih di tengah salju. (Unsplash/Inna Lesyk)
Melamar kekasih di tengah salju. (Unsplash/Inna Lesyk)

Jika memang belum siap, tegaskanlah demikian. Beri tahu dirinya kamu memang punya rencana menikah tapi tidak dalam waktu dekat karena satu dan lain hal. Berikan alasan yang jelas dan sejujurnya sesuai kondisimu.

Katakan rencanamu yang sebaiknya dikejar sebelum menikah, misal lanjut sekolah, membuka usaha, atau mengejar cita-cita lain. Sebab setelah menikah, fokusmu akan banyak ditumpahkan untuk mengurus rumah tangga dan kebahagiaan berdua.

Tidak masalah juga untuk memberi tahu dia bahwa sudah merasa cukup bahagia dengan hubungan yang dijalani saat ini jika memang itu alasannya.

2. Minta waktu dan pengertian

Menikah tidak semudah membalikkan telapak tangan. Persiapannya jelas membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. 

Bila memang itu yang kamu khawatirkan, katakan pada pasangan bahwa kamu butuh waktu untuk mempersiapkan diri dan menabung agar rencana pernikahan berjalan lancar. Katakan juga jika tidak mau untuk kehilangannya.

Sampaikan padanya segala persiapan ini penting dipikirkan bukan hanya untuk hari-H pernikahan saja, tapi juga bagaimana menunjang kehidupan setelah menikah nantinya.

Kamu dan pasangan yang sedang ngebet nikah bisa berkompromi mengenai tenggat waktu yang mesti disiapkan.

Melamar. (Unsplash/Ben White)
Melamar. (Unsplash/Ben White)

3. Ambil keputusan jika tidak mau menunggu

Tidak semua orang bisa memahami serta sabar dan setuju untuk menunggu. Jika dia memang tidak sabar hingga selalu memaksamu, ini adalah pertanda bahaya. Menjalani rumah tangga dengan terpaksa bisa berujung sengsara.

Jika kamu tidak merasa mantap dengan kelakuan pasangan yang ngebet nikah, jangan paksakan untuk bertahan. Pada dasarnya dia tidak berhak memaksamu dan kamu pun tidak berhak memaksanya untuk menunggu.

Jadi keputusan paling akhir yang bisa dilakukan tanpa menyakiti satu sama lain adalah membiarkan pasangan menikah dengan orang yang lebih siap. Kamu juga punya pilihan untuk mempersiapkan diri sembari menjalin cinta kembali sampai kamu siap untuk membina rumah tangga.

Jadi jangan ambil keputusan karena takut akan memberikan efek buruk pada hubungan alias melakukan sesuatu karena terpaksa. Jika kamu memang belum siap, utarakan saja dan coba beri pengertian. (Suara.com/Silfa Humairah Utami)

Terkait

Terkini