Minggu, 22 September 2019

Hindari Begadang, Kurang Tidur Bisa Memperburuk Kehidupan Cintamu

Kebiasaan begadang ternyata tidak baik untuk kisah asmaramu.

Rima Sekarani Imamun Nissa
Mengantuk karena kurang tidur. (Unsplash/Kevin Grieve)
Mengantuk karena kurang tidur. (Unsplash/Kevin Grieve)

Dewiku.com - Banyak orang mempunyai pola tidur yang semakin buruk jika sudah memasuki dunia kerja. Mereka cenderung sering begadang dan kurang tidur sehingga akhirnya memengaruhi banyak hal.

Kebiasaan buruk kurang tidur ini tidak hanya berdampak buruk pada kesehatan, tetapi juga psikologis. Bahkan, kehidupan cinta juga bisa ikut terdampak.

Menurut Psychology Today, dikutip dari Asia One, kurang tidur bisa memengaruhi kehidupan cinta kita. Seseorang yang kurang tidur disebut tidak bisa menikmati hubungannya dengan pasangan. Hal ini dipengaruhi dari penampilan fisik, perasaan maupun komunikasi akibat kurang tidur.

Adapun dampak kurang tidur pada kehidupan cinta seseorang di antaranya yaitu:

1. Kurang menarik

Kebiasaan kurang tidur atau begadang dapat memengaruhi penampilan seseorang menjadi kurang menarik. Pasalnya, kurang tidur bisa menyebabkan kantong mata, jerawat, mata lelah dan membuat kita terlihat tidak sehat.

Ilustrasi: Begadang, lembur, kerja shift malam. (Shutterstock)
Ilustrasi begadang karena lembur kerja. (Shutterstock)

2. Kurang menyenangkan

Berdasarkan penelitian, kurang tidur juga memengaruhi gaya bercanda kita. Kurang tidur bisa membuat humor kita terdengar garing atau tidak lucu sama sekali.

Berbeda jika kita berada dalam kesadaran tinggi, kita lebih bisa membuat orang lain tertawa dan tentunya merasakan cinta.

3. Tidak komunikatif

The Female Network menyebutkan kurang tidur membuat seseorang lebih pemarah dan argumentatif. Kondisi tersebut memberi kesan negatif karena dianggap memiliki pikiran sempit, kurang empati, dan kurang pengertian.

Tidur menyamping. (Unsplash/Gerry Pappas)
Tidur menyamping. (Unsplash/Gerry Pappas)

4. Tidak bisa mengambil keputusan

Orang dalam kondisi kurang tidur sangat berisiko untuk menentukan keputusan penting. Hal itu karena, keputusan yang mereka ambil bisa jadi tanpa pertimbangan mendalam, gegabah, atau secara emosional. (Himedik.com/Shevinna Putti Anggraeni)

Terkait

Terkini