Sabtu, 11 Juli 2020

Katanya Tidak Bikin Hamil, Jangan Percaya 5 Mitos Seks Ini

Beberapa mitos seks ini pasti terdengar familiar.

Rima Sekarani Imamun Nissa
cloud_download Baca offline
Ilustrasi pasangan suami istri. (Unsplash/Toa Heftiba)
Ilustrasi pasangan suami istri. (Unsplash/Toa Heftiba)

Dewiku.com - Bagi pasangan baru yang sedang mengharapkan kehadiran buah hati dalam rumah tangga, pasti berusaha mencari segala informasi mengenai hubungan seksual dan program kehamilan. Sayangnya, ada banyak mitos seks yang kurang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Banyak pasangan yang mencari tahu informasi seputar hubungan seksual yang berisiko menyebabkan sulit hamil atau sebaliknya membantu cepat hamil. Hanya saja, beberapa informasi mengenai hal tersebut nyatanya hanya sekadar mitos yang berkembang di masyarakat.

Berikut beberapa 5 mitos seks yang selama ini disangka bisa mencegah kehamilan, dilansir dari Webmd.com:

1. Hubungan seksual posisi khusus tidak membuat hamil

Informasi ini hanyalah mitos. Faktanya, hubungan seksual dengan posisi apapun bisa membuat seseorang hamil, termasuk posisi woman on top.

Ilustrasi hubungan intim. (Shutterstock)
Ilustrasi hubungan intim. (Shutterstock)

2. Lompat setelah hubungan seksual tidak akan hamil

Informasi satu ini juga cuma mitos. Faktanya, wanita melompat setinggi atau sesering apapun setelah berhubungan seksual dengan harapan tidak akan terjadi kehamilan itu tidak menjamin hasil 100% akurat.

Seseorang tetap bisa mengalami kehamilan jika satu sperma yang masuk ke dalam rahim mampu bertemu dengan sel telur.

3. Hubungan seksual tanpa orgasme tidak akan hamil

Mitos seks berikutnya berkaitan dengan orgasme. Faktanya, iya dan tidaknya orgasme dalam hubungan seksual tidak mempengaruhi terjadinya kehamilan.

Wanita tetap bisa hamil meskipun tidak mengalami orgasme saat berhubungan seksual.

Ilustrasi perempuan di tempat tidur. (Unsplash/Nemanja .O.)
Ilustrasi perempuan di tempat tidur. (Unsplash/Nemanja .O.)

4. Hubungan seks di air cegah kehamilan

Faktanya, setiap kali ada kontak sperma di dalam rahim, ada kemungkinan seseorang akan mendapatkan kehamilan.

Jika suhu air tepat, sperma masih dapat bertahan hidup di luar tubuh selama beberapa menit dan telah banyak pula kasus kehamilan yang terjadi setelah berhubungan seksual di air.

Ilustrasi pasangan kekasih tidur bersama. (Unsplash/Sweet Ice Cream Photography)
Ilustrasi pasangan kekasih tidur bersama. (Unsplash/Sweet Ice Cream Photography)

5. Membasuh vagina setelah hubungan seksual mencegah kehamilan

Mitos seks selanjutnya adalah membasuh vagina setelah berhubungan seksual untuk mencegah kehamilan. Faktanya, sperma tetap bisa membuahi sel telur di dalam rahim meskipun kita berusaha membersihkan vagina tepat setelah hubungan seksual. (HiMedik.com/Shevinna Putti Anggraeni)

Terkait

Terkini