Sabtu, 06 Juni 2020

Kisah Cinta Tidak Pernah Lancar, Ini Problem Utamanya

Temukan problem utamanya biar lebih lancar.

Rima Sekarani Imamun Nissa
cloud_download Baca offline
Sedih karena susah move on dari mantan. (Unsplash/Andrew Le)
Sedih karena susah move on dari mantan. (Unsplash/Andrew Le)

Dewiku.com - Apakah kamu orang yang tidak beruntung dalam hubungan percintaan? Selalu punya kisah cinta yang tidak beres? Bisa jadi itu ada kaitannya dengan kehidupan masa kecil.

Menurut psikolog relationship, Dr. Marny Lishman, terdapat empat tipe orang yang menggambarkan tentang bagaimana perasaan seseorang berinteraksi dan berperilaku dalam suatu ikatan hubungan. Gagasan penelitian ini awalnya muncul dari psikolog John Bowlby.

''Selama masa kanak-kanak, gaya dalam berhubungan itu berasal dari bagaimana anak-anak dan pengasuh mereka saling berinteraksi,'' kata Marny kepada Daily Mail, Rabu (16/1/2019) kemarin.

Perasaan cinta, kesenangan, keamanan, kenyamanan, serta sikap lain yang muncul dalam hubungan percintaan terhadap pasangan tercipta berdasarkan hubungan dengan pengasuh saat kecil.

''Ada pola-pola asuh tertentu yang dimainkan dalam interaksi dengan orangtua. Saat dewasa Anda  akan mencari pola yang mirip dalam menjalani hubungan. Sebab, itu merupakan hal yang secara tidak sadar kita pelajari,'' ujar dia.

Lebih lanjut, Marny memaparkan beberapa gaya yang berkaitan dengan interaksi, perilaku, dan perasaan seseorang dalam menjalani hubungan. Semuanya secara psikologis dipengaruhi pengalaman masa kecil.

Ilustrasi pasangan bulan madu. (Unsplash/Andreas Roanningen)
Ilustrasi pasangan bulan madu. (Unsplash/Andreas Roanningen)

1. Tipe aman

''Mereka yang merasa aman dengan pasangan adalah orang-orang yang cenderung lebih puas dalam hubungan mereka, bahkan ketika hubungan itu tidak berjalan sempurna,'' ungkap Marny.

Kemungkinan selama masa kanak-kanak, mereka selalu merasa aman, nyaman, dan mendapat dukungan dari orang yang mengasuh. Hal itu lalu terbawa ketika mereka menjalin hubungan percintaan setelah dewasa.

Menurut Marny, sekitar 60 persen orang memiliki gaya keterikatan ini sehingga memungkinkan mereka merasa terkoneksi secara intim dengan pasangan tapi juga mandiri.

2. Tipe cemas

Tipe orang seperti ini sering merasa tidak aman, takut, dan merasa sulit untuk memercayai orang lain.

''Mereka mungkin menjadi penuntut dan takut ditinggal oleh pasangan. Ini bisa disebabkan masa kecil di mana orang tua kerap tidak 'hadir' atau tidak konsisten ada untuk mereka. Kecemasan terus-menerus ini sering menyebabkan hubungan mereka putus,'' jelas Marny.

Ilustrasi pasangan bertengkar. (Pexels/Vera Arsic)
Ilustrasi pasangan bertengkar. (Pexels/Vera Arsic)

3. Tipe penghindar

''Gaya keterikatan penghindaran cenderung berlaku pada mereka yang secara emosional jauh 'masuk' dalam hubungan tetapi memiliki kesulitan berhubungan dengan orang lain,'' kata Dr Lishman.

Besar kemungkinan ini terjadi karena pengasuhan masa kecil tidak memenuhi keinginan mereka

4. Tidak teratur

Mereka yang memiliki gaya keterikatan tidak teratur seringkali hidup dalam kebingungan dan secara konsisten tidak tahu apa yang mereka inginkan. Itulah kenapa kisah cinta mereka sering dalam bahaya.

''Hubungan mereka dapat menjadi sangat disfungsional. Ini dipengaruhi oleh kekacauan yang ada dalam diri mereka sendiri,'' ungkapnya.

(Suara.com/Vessy Dwirika Frizona)

Terkait

Terkini