Sabtu, 30 Mei 2020

3 Cara Ikhlas Ketika Sang Mantan Menikah Lagi

Patah hati ditinggal mantan menikah memang bikin beberapa orang merasa sedih. Susah ikhlasnya.

Rendy Adrikni Sadikin
cloud_download Baca offline
brokenheart/patah hati/putus cintabertengkar/pexels.com
brokenheart/patah hati/putus cintabertengkar/pexels.com

Dewiku.com - Patah hati ditinggal mantan menikah memang bikin beberapa orang merasa sedih. Susah ikhlasnya. Apalagi kalau dia masih punya rasa.

Jika kisah asmara yang putus masih ada kemungkinan untuk kembali, lain halnya dengan ditinggal nikah. Saat ditinggal nikah tandanya Anda harus mengubur dalam-dalam keinginan untuk bisa kembali bersama.

Sedih boleh-boleh saja, tetapi Anda tetap harus melanjutkan hidup dengan mengendalikan emosi negatif yang saat ini meluap.

Jangan terus berlarut dalam kesedihan, ikhlaslah karena dia memang bukan milikmu. Yuk, benahi diri dengan mengendalikan emosi Anda melalui cara-cara berikut ini dilansir Hello Sehat.

1.Tenangkan diri dulu

Salah satu cara ampuh untuk menenangkan diri adalah dengan bermeditasi. Psikolog asal Chicago, Robbie Maller Hartman, Ph.D., menjelaskan bahwa melakukan meditasi setiap hari bisa membantu mengubah jalur saraf otak yang membuat Anda lebih tahan terhadap tekanan.

Caranya sangat mudah, Anda hanya perlu duduk tegak dengan posisi kaki bersila. Letakkan kedua tangan di atas paha atau satu tangan di atas perut untuk membantu menyelaraskan helaan napas.

Kemudian tutup mata dan fokuskan perhatian Anda pada kata-kata positif yang Anda sugestikan pada diri. Kalimat positif yang bisa Anda ucapkan pada diri seperti “Saya kuat, saya tidak sendirian, saya juga bisa bahagia.”

Selain itu, cara sederhana lainnya yang bisa dilakukan ialah menarik napas dalam-dalam selama 5 menit. Menarik napas dalam-dalam bisa membantu menenangkan Anda dengan memperlambat detak jantung dan menurunkan tekanan darah.

Mirip seperti meditasi, Anda bisa melakukannya sembari duduk tegak dengan mata tertutup. Perlahan, hirup udara melalui hidung dan embuskan melalui mulut.

2. Belajar untuk lebih banyak bersyukur

Coba ingat-ingat, apa yang membuat Anda dan pasangan mengakhiri hubungan? Apa pun alasannya, berarti ada hal yang tidak lagi bisa dijalani secara bersama-sama, bukan? Entah karena perbedaan prinsip, sifat buruk yang tak lagi bisa ditolerir, dan sederet alasan kuat lainnya yang membuat Anda berdua memutuskan untuk berpisah.

Nah, ketika mantan menikah sementara Anda masih sendiri, jangan berlarut dalam kesedihan. Sedih atau kesal pasti ada, tetapi Anda perlu mengendalikannya agar perasaan ini tak menguasai Anda.

Justru Anda harus belajar untuk bersyukur. Bersyukur karena tandanya Anda tak lagi perlu memikirkan ia yang tak pernah memikirkan Anda. Bersyukur karena mantan akhirnya mendapatkan pasangan yang bisa membahagiakannya. Anda juga perlu bersyukur karena bisa jadi mantan adalah orang yang kurang tepat untuk mendampingi Anda kelak.

Meski awalnya sulit, cobalah untuk melihat berbagai sisi positif dari kesedihan yang sedang Anda alami. Seperti yang dikatakan Sonja Lyubomirsky, Ph D, psikolog dari University of California Riverside di Amerika Serikat, bersyukur membantu meningkatkan energi, mengikis rasa sakit, dan melepaskan kesedihan.

3. Curhat kepada orang terdekat

Jika Anda merasa tak kuat untuk menyimpannya sendiri, saatnya Anda curhat pada sahabat atau orangtua. Anda bisa berbagi kesedihan pada orang yang dipercayai. Percayalah, dengan bercerita pada orang terdekat, beban yang ada di dada sedikit demi sedikit akan terangkat hingga akhirnya hilang.

Keberadaan orang terdekat yang selalu siap mendengarkan cerita akan membantu menguatkan Anda untuk menjalani hari ke depan. Dengan bercerita, Anda tahu bahwa Anda tak sendirian dan masih banyak orang yang menyayangi Anda.

Anda boleh menangis, boleh juga kecewa, tetapi jangan berlebihan.

Ingat, penting untuk membahagiakan diri sendiri dengan meninggalkan semua kenangan masa lalu dan mulai maju merancang masa depan dan melupakan patah hati karena mantan menikah.

SUARA.com/Silfa Humairah Utami

Terkait

Terkini