Senin, 26 Oktober 2020

Banyak Orang Bertahan Menjalani Hubungan Tak Bahagia, Kenapa?

Pada akhirnya, cinta bukan alasan utama.

Rima Sekarani Imamun Nissa
cloud_download Baca offline
Ilustrasi pasangan tak bahagia tapi tetap bersama. (Unsplash/Nathan Dumlao)
Ilustrasi pasangan tak bahagia tapi tetap bersama. (Unsplash/Nathan Dumlao)

Dewiku.com - Mungkin kamu sering mendengar orang mengeluhkan pasangan mereka, entah kenapa selalu saja ada yang bikin kesal setiap hari. Hanya saja, pada saat bersamaan kamu juga merasa heran. Mengapa banyak orang bertahan menjalani hubungan tak bahagia?

Jika memang tidak bahagia, mengapa enggan mengakhiri hubungan melelahkan itu? Kenapa tidak putus saja?

Dilansir dari Daily Mail, sebuah penelitian yang dilakukan University of Utah menemukan banyak orang bertahan meski tidak bahagia bersama pasangan. Rupanya, sebagian besar alasan mereka adalah tidak ingin pasangannya menderita.

Saat menjadikan orang-orang Amerika sebagai sampel, sebanyak 64 persen orang bertahan dalam hubungan tidak sehat karena tak ingin pasangannya menjadi berantakan jika harus hidup tanpa mereka.

Sementara itu saat penelitian serupa dilakukan dengan menyasar orang Inggris, pasangan milenial yang memilih bertahan menjalani hubungan tak bahagia umumnya sudah menjalin hubungan lebih dari 4 tahun. Mereka berpikir bahwa akan jauh lebih baik jika tetap bersama.

Ilustrasi pasangan tak bahagia. (Unsplash/Henri Pham)
Ilustrasi pasangan tak bahagia. (Unsplash/Henri Pham)

Seorang psikolog dari University of Utah, Dr.Samantha Joel, menemukan jawaban mengapa banyak orang bertahan dalam hubungan tak bahagia. Dia meneliti 1.348 orang yang sudah menikah secara acak dalam jangka waktu sepekan.

Awalnya, tim peneliti memperkirakan alasan mereka yang bertahap adalah ketakutan tidak menemukan pasangan yang lebih baik. Namun, hipotesa awal itu tidak terbukti.

Ilustrasi pasangan tak bahagia tapi tetap bersama. (Unsplash/Laurine Bailly)
Ilustrasi pasangan tak bahagia tapi tetap bersama. (Unsplash/Laurine Bailly)

Tim peneliti malah menemukan jawaban yang lebih konservatif. Para responden ternyata menaruh perhatian besar terhadap arti komitmen serta banyak investasi yang diserahkan kepada pasangan, termasuk waktu, tenaga, dan pikiran.

''Persepsi tentang komitmen yang dimiliki seseorang ternyata lebih dalam dari apa pun. Bila mereka sudah memiliki pasangan, berpegang pada komitmen adalah hal yang paling utama,'' ujar Joel.

Itulah tadi alasan banyak orang memilih bertahap menjalani hubungan tak bahagia. Bagaimana menurutmu?

 

Artikel ini sudah dipublikasikan di Suara.com dengan judul Studi: Ini Alasan Seseorang Bertahan dalam Hubungan Tak Bahagia

Terkait

Terkini