Selasa, 24 November 2020

9 Tanda Kamu dan Dia adalah Pasangan Paling Bahagia

Bahkan meskipun kamu dan dia sama-sama pendiam, pasti ada hal yang selalu menarik untuk dibicarakan bersama.

Rima Sekarani Imamun Nissa
cloud_download Baca offline
Ilustrasi pasangan kekasih / Unsplash.com
Ilustrasi pasangan kekasih / Unsplash.com

Dewiku.com - Obrolan dengan pasangan idealnya bukan hanya berkutat seputar betapa kalian mencintai satu sama lain atau saling melempar rayuan gombal. Ada banyak hal lain yang bisa dijadikan bahan kan? Pada akhirnya, sesi mengobrol membuat kalian lebih dekat dan merasa beruntung karena telah dipertemukan Tuhan.  

Dilansir dari Your Tango, berikut adalah 9 hal yang kerap jadi bahan obrolan pasangan paling bahagia.

1. Pengalaman memalukan

Kamu merasa enteng dan nyaman untuk menceritakan pengalaman memalukan atau kelakuan bodohmu kepada pasangan. Dia pun begitu. Tapi jangan kaget kalau cerita dia mungkin lebih konyol atau malah menjijikkan.

Kamu dan dia sudah pada tahap bisa menerima apa adanya satu sama lain, termasuk segala keanehan masing-masing.

2. Obrolan seputar politik

Meskipun sering kali bikin kamu sebal, politik memang punya daya tarik sendiri untuk dibahas. Siapa calon gubernur yang menurutmu paling oke? Calon presiden ideal? Partai politik yang bisa membuatmu bersimpati? Bagaimana pendapat dia?

Kamu dan dia nggak harus punya pandangan politik yang sama. Tapi perbedaan itu tidak pernah membuat kalian jadi keterusan berantem, malah sebaliknya. Menghargai perbedaan pendapat adalah salah satu indikator betapa bahagianya kalian sebagai pasangan kekasih.

Ilustrasi pasangan kekasih / pixabay.com
Ilustrasi pasangan kekasih / pixabay.com

3. Rasa takut dan kecemasan

Ini bukan sekedar bicara soal rasa takutmu terhadap kecoa atau serangga lainnya. Lebih dari itu, kamu dan dia membicarakan hal-hal yang lebih mendalam, meski terkadang sambil bercanda.

Apa yang kamu khawatirkan akhir-akhir ini? Kenapa kamu memiliki kecenderungan sifat insecure? Kalian hanya akan saling mendengar dan memahami, tanpa ada sesi menghakimi.

4. Cerita masa kecil

Bagaimana kehidupan kalian ketika masih kanak-kanak? Apakah dia punya banyak teman? Apa dia pernah nakal di sekolah? Dia pun ingin tahu, apakah kamu sempat menonton film kartun A atau B.

Kenangan masa kecil bisa menjadi obrolan mengasikkan. Selain itu, kalian juga jadi bisa memahami satu sama lain dan melihat bagaimana pengalaman kanak-kanak telah membentuk kepribadian kalian.

5. Hubungan dengan mantan

Ini memang agak sensitif. Siapa yang senang mendengarkan pasangannya membicarakan mantan? Apalagi kalau sampai dibanding-bandingkan. Nyesek!

Bukan yang seperti itu lho ya. Jadi kamu dan dia saling terbuka tentang hubungan sebelumnya untuk dijadikan pelajaran bersama. Harapannya, kegagalan masa lalu tidak akan terjadi kembali.

Ilustrasi pasangan kekasih / pexels.com
Ilustrasi pasangan kekasih / pexels.com

6. Hubungan dengan keluarga

Mungkin kamu belum pernah bertemu dengan orang tua atau anggota keluarga pasanganmu. Begitu juga dengan dia. Namun, kalian bisa menceritakan bagaimana kondisi keluarga masing-masing. Apakah dia dekat dengan orang tuanya atau justru sebaliknya? Kenapa dia bisa lebih dekat dengan adiknya ketimbang kakaknya? Bahkan, masalah apa yang sedang dihadapi keluarga besar?

Baik kamu maupun dia, tentu tidak bisa sembarangan bercerita tentang keluarga jika tidak memiliki kedekatan secara emosional.

7. Acara dan berita terkini

Informasi berjalan begitu cepat dan selalu ada hal baru setiap hari. Buat kamu dan pasanganmu, semuanya bisa dijadikan bahan obrolan. Temanya pun bisa sangat random, mulai dari harga cabai, gosip artis, harga skincare, sampai kurs mata uang.

Bukankah menyenangkan punya pasangan yang bisa diajak berbagi tentang apapun?

Ilustrasi pasangan / pexels.com
Ilustrasi pasangan / pexels.com

8. Film dan acara hiburan di televisi

Genre film favorit? Aktor dan aktris favorit? Episode terbaru dari sinetron atau drama korea kesayangan? Reality show dan variety show juga bisa banget dijadikan bahan obrolan.

9. Masa depan

Ini bukan berarti kamu sedang menekan pasangan untuk segera menikah, atau sebaliknya. Masa depan bukan cuma tentang itu saja kan? Kalian juga saling berbagi tentang impian yang ingin diraih, termasuk kemungkinan untuk mendapatkan dukungan dari pasangan.

Kamu mungkin juga akan membicarakan rencana pernikahan, baiknya dilakukan kapan dan seperti apa konsepnya. Barangkali malah ada yang sudah bikin rencana mau punya anak berapa nantinya. Cieee....

Jadi gimana Girls? Kamu dan dia termasuk pasangan paling bahagia kan?

Terkait

Terkini