Selasa, 19 Januari 2021

Ada-Ada Saja, Guru Ini Sengaja Minta Kado Natal Branded dari Wali Murid

Aksi guru ini pun dinilai tidak bijak dan menuai kontroversi.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Nur Khotimah
cloud_download Baca offline
Ilustrasi kado natal. (Unsplash/Freestocks)
Ilustrasi kado natal. (Unsplash/Freestocks)

Dewiku.com - Momen Natal sering dimanfaatkan wali murid untuk menghadiahkan sesuatu kepada guru di sekolah. Namun, apa jadinya kalau sang guru malah meminta kado barang branded?

Belum lama ini, seorang pengguna forum Mumsnet dengan nama akun GlummyMcGlummerson membagikan cerita tentang seorang guru yang meminta hadiah tertentu dari wali muridnya.

Menurut cerita akun itu, ada wali murid yang dekat dengan sang guru dan menarik iuran dari orangtua lain sebesar 10 Pound sterling atau sekitar Rp190 ribu per orang untuk membeli kado Natal.

Total iuran yang dihasilkan dari kelas itu adalah 150 Pound sterling atau sekitar Rp2,8 juta. Saat sudah terkumpul, wali murid ini kemudian bertanya kado apa yang diinginkan oleh sang guru.

Guru meminta kado Natal branded dari wali murid. (mumsnet.com)
Guru meminta kado Natal branded dari wali murid. (mumsnet.com)

Saat itulah sang guru meminta kado berupa sepatu karya desainer tertentu. Kisah yang dialami oleh seorang teman ini membuat akun GlummyMcGlummerson resah dan membagikannya di Mumsnet.

"Di sekolah DC saya, saya punya teman yang anaknya duduk di kelas satu (kelasnya beda dengan anak saya). Dia mengatakan bahwa ada sedikit kontroversi dan keluhan karena salah satu orangtua berteman baik dengan guru dan memimpin dalam mengatur kado untuk guru kelas," tulis akun itu.

"Dia bertanya kepada guru apa yang dia inginkan kalau dia mendapat 10 Pound dari setiap orangtua (jadi 150 Pound sterling). Guru memilih sepasang sepatu desainer," lanjutnya.

ilustrasi sepatu rancangan desainer. (Pexels/Bella Zhong)
ilustrasi sepatu rancangan desainer. (Pexels/Bella Zhong)

Unggahan akun GlummyMcGlummerson itu dipenuhi komentar warganet. Mereka menganggap sikap guru itu kurang bijak. Apalagi di tengah pandemi seperti ini, wali murid mungkin mengalami kesulitan secara finansial.

"Itu nakal. Rasanya salah saja apa yang dilakukan oleh teman sang guru itu," ucap salah satu warganet.

"Aku pikir meminta sepuluh pound dari setiap orangtua adalah masalah utamanya. Biasanya di kelas, maksimal iurannya 5 Pound. Banyak orang yang kesusahan tahun ini," tutur warganet lain.

"Aku nggak tahu. Aku juga guru, tapi kado sepatu desainer rasanya sedikit aneh. Itu semestinya diberikan oleh murid untuk gurunya. Ini agak gimana gitu menurutku, tapi aku juga nggak tahu alasan tepatnya apa," ujar warganet lainnya.

Terkait

Terkini