Selasa, 19 Januari 2021

Pura-Pura Sakit Parah, Wanita Ini Ternyata Menipu demi Uang Pernikahan

Statusnya sebagai pengangguran membuat wanita itu rela menipu demi pernikahan mewah.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Amertiya Saraswati
cloud_download Baca offline
Ilustrasi pernikahan. (Unsplash)
Ilustrasi pernikahan. (Unsplash)

Dewiku.com - Melangsungkan pernikahan memang butuh biaya mahal. Demi pernikahan impian, seorang wanita bernama Toni Standen pun melakukan penipuan kepada teman-temannya.

Toni Standen adalah wanita 29 tahun asal Inggris yang berstatus pengangguran. Melansir Mirror, dia berhasil menipu teman-temannya hingga 8.500 poundsterling atau Rp 160 juta.

Demi melakukan penipuan tersebut, Toni Standen mengaku bahwa dirinya sakit kanker. Tidak hanya itu, Toni ingin lekas menikah karena ayahnya juga sekarat karena kanker.

"Belum lama ini aku diberitahu cuma punya dua bulan untuk hidup. Aku memiliki tumor yang agresif di kakiku dan organku mengalami kegagalan," tulis Toni di laman GoFundMe.

Teman-teman Toni bahkan membantunya membuat laman donasi tersebut. Sementara, Toni sampai mencukur rambut hingga botak untuk melengkapi aktingnya.

Ilustrasi pengidap kanker jalani pengobatan alternatif (Shutterstock)
Ilustrasi sakit kanker (Shutterstock)

Wanita ini berhasil menggelar pernikahan dengan kekasihnya, walau sang ayah meninggal lebih dulu. Bukan cuma pernikahan mewah, Toni bahkan menerima video spesial dari pemain bola favoritnya di Everton FC.

Pasca pernikahan, Toni dan suaminya James lekas menghitung uang sumbangan yang dia terima. Keduanya lantas bulan madu ke Turki.

Sementara pada Februari 2020, laman Facebook Toni Standen mengabarkan berita duka bahwa dirinya telah meninggal. Namun, Toni muncul lagi dan berkata bahwa status itu dibuat oleh hacker.

Pada Maret, Toni tampak berlibur ke beberapa negara Eropa meski mengaku sakit keras. Selanjutnya di bulan April, wanita ini mengklaim positif Covid-19.

Hal tersebut membuat teman-teman Toni curiga. Mereka pun menelepon dan memutuskan merekam percakapan yang ada.

"Dia mulai menangis dan mengakui bahwa semua itu bohong. Kami menutup telepon dan langsung melapor polisi," ungkap teman-teman Toni.

Ilustrasi Sakit (Pexels/Andrea)
Ilustrasi sakit parah (Pexels/Andrea)

Kini, Toni terancam hukuman karena telah melakukan penipuan. Toni juga bisa diminta untuk membayar kembali semua yang donasi yang diterimanya.

Pengadilan sendiri menyatakan bahwa Toni Standen telah melakukan penipuan dan pelanggaran besar terhadap kepercayaan teman-temannya.

Jika nantinya uang itu kembali, teman Toni Standen menyatakan bahwa mereka siap mendonasikan uang itu kepada organisasi amal kanker.

"Kalau kami mendapatkannya kembali, aku akan mendonasikannya untuk lembaga amal kanker. Harus ada sedikit cahaya di akhir kisah kelam ini," ungkap dia.

Terkait

Terkini