Jum'at, 23 Oktober 2020

Tak Segampang Putus, Simak 8 Pertanyaan Ini sebelum Ajukan Gugatan Cerai

Perceraian dapat menimbulkan dampak yang permanen pada sebuah hubungan.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Amertiya Saraswati
cloud_download Baca offline
Ilustrasi perceraian. (Pixabay/CQF-avocat)
Ilustrasi perceraian. (Pixabay/CQF-avocat)

Dewiku.com - Urusan bercerai tentunya tidak semudah putus cinta. Beda dengan masa-masa pacaran, ada banyak hal yang harus dijadikan pertimbangan.

Wajar saja, perceraian bisa berdampak permanen pada sebuah hubungan. Anda tidak bisa memutuskan untuk bercerai cuma karena merasa bosan atau tak lagi cocok dengannya.

Bagi pasangan yang merasa galau dan tengah mempertimbangkan untuk bercerai, ada beberapa pertanyaan yang mesti Anda jawab lebih dahulu.

Melansir dari Your Tango, berikut 8 hal yang harus kamu pertimbangkan sebelum benar-benar memutuskan untuk mengakhiri pernikahan.

Ilustrasi pasangan (shutterstock)
Ilustrasi pasangan (shutterstock)

1. Apakah keputusan itu dibuat kedua belah pihak?

Sebelum memutuskan, cari tahu apakah pasanganmu juga memikirkan hal serupa. Bisa jadi, kamu adalah satu-satunya pihak yang memikirkan perceraian. Padahal, pernikahan kalian mungkin masih dapat diselamatkan.

2. Kenapa kalian ingin bercerai?

Walau terdengar klise, kamu dan pasangan harus memiliki alasan yang jelas. Contohnya, kalian ingin bercerai karena salah satu dari kalian selingkuh.

Namun, jika alasanmu cuma bosan atau tak lagi memiliki pandangan serupa, jangan buru-buru! Pikirkan lagi keputusanmu sebelum menyesal nantinya.

3. Bagaimana dampaknya kepada anak?

Jika kamu dan pasangan sudah dikaruniai anak, perceraian akan menjadi hal yang rumit. Bukan sekadar berpisah, kalian harus menjelaskannya kepada anak-anak.

Pikirkan dulu apakah kalian sudah mempunyai rencana untuk anak-anak pasca perceraian nanti. Hal ini mencakup hak asuh, waktu kunjungan, dan lain sebagainya.

Ilustrasi surat perceraian. (Unsplash/Rawpixel)
Ilustrasi surat perceraian. (Unsplash/Rawpixel)

4. Sudahkah kalian berusaha memperbaikinya?

Jangan gunakan perceraian sebagai cara untuk kabur dari masalah. Kalau ada isu penting dalam pernikahan, pastikan kamu membicarakannya dengan si dia.

Kalian juga dapat mengambil langkah-langkah seperti terapi hingga konseling dengan dokter. Gunakan momen ini untuk mengetahui apakah pasanganmu masih mau mempertahankan pernikahan kalian.

5. Apakah kamu ingin menyelamatkan pernikahan ini?

Pertanyaan ini menjadi salah satu yang terpenting untuk dijawab. Apakah kamu masih ingin menyelamatkan pernikahanmu?

Jika iya, kamu dapat mencoba untuk berdiskusi hingga mengambil rehat sejenak untuk memperbaiki hubungan yang ada. Hanya kamu dan pasangan yang tahu apakah pernikahan ini masih layak dipertahankan atau tidak.

6. Apakah pasanganmu melakukan kekerasan?

Jangan ragu untuk bercerai kalau pasanganmu kerap melakukan kekerasan fisik dan emosional. Berbeda dengan masalah percintaan biasa, pelaku kekerasan dalam rumah tangga biasanya tak menyadari kesalahan mereka.

Sebaliknya, pasangan yang melakukan kekerasan mesti menjalani rehabilitasi. Perpisahan penting untuk dilakukan agar mereka berhenti bersikap manipulatif.

Ilustrasi kekerasan (shutterstock)
Ilustrasi kekerasan (shutterstock)

7. Apakah salah satu dari kalian sudah tak mau berusaha memperbaiki pernikahan?

Pernikahan dapat berjalan bahagia kalau kedua belah pihak mau bekerja sama. Namun, jika kamu atau pasangan sudah malas melakukannya, maka hubungan kalian tak akan membaik.

Kamu dapat mencoba untuk mengambil rehat dari pasangan. Kalau dia masih tetap tidak menunjukkan tanda ingin berubah, kamu berhak menceraikannya.

8. Apakah pasangan sering merendahkan dirimu?

Terakhir, jangan ragu untuk bercerai kalau pasanganmu kerap merendahkan atau menghina dirimu. Kalian sudah tak menghormati dan memercayai satu sama lain. Padahal, rasa percaya adalah landasan dari sebuah hubungan yang sukses. Pada titik ini, pernikahan kalian sudah sulit untuk dipertahankan.

Terkait

Terkini