Sabtu, 15 Agustus 2020

Dinilai Terlalu Sensual, Penari Perut Ini Terancam Hukuman Penjara

Video sang penari telanjang di TikTok dinilai tak senonoh dan menggoda kaum lelaki.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Amertiya Saraswati
cloud_download Baca offline
Perempuan memiliki perut langsing. (Pixabay/Tumisu)
Perempuan memiliki perut langsing. (Pixabay/Tumisu)

Dewiku.com - Pekerjaan penari perut biasanya identik dengan penampilan seksi. Sayangnya, seorang penari perut Mesir malah terancam dihukum karena penampilannya yang dianggap kelewat sensual.

Sama el-Masry adalah seorang penari perut asal Mesir. Karena pekerjaannya, Sama el-Masry sudah kerap bermasalah dengan pandangan konservatif di negaranya.

Menyadur The Sun, konten TikTok yang diunggah perempuan 42 tahun ini pun menjadi masalah karena dianggap terlalu seksual dan sugestif.

Akibatnya, pengadilan di Kairo pun menganggapnya telah melanggar nilai-nilai keluarga serta melakukan tindakan tidak senonoh lewat akun media sosial.

Bahkan, para politikus di Mesir telah menyebut bahwa tindakan Sama el-Masry tersebut sama dengan "pelacuran" dan tidak bisa disebut sebagai kebebasan berekspresi.

Penari Perut Sama el-Masry (instagram.com/samaelmasrii)
Penari Perut Sama el-Masry (instagram.com/samaelmasrii)

Di sisi lain, el-Masry menanggapi tuntutan tersebut dengan berkata bahwa konten yang ada di TikTok adalah konten yang dicuri dari ponselnya dan diunggah tanpa izin.

Mesir sendiri diketahui punya hukum seputar sensor dan pengawasan konten di dunia maya yang disahkan pemerintah sejak tahun 2018 silam.

Sejak itu, banyak influencer perempuan di media sosial yang menjadi target dan terancam pidana oleh pemerintah Mesir.

Sama el-Masry sekarang dikabarkan terancam 3 tahun penjara dan denda sebesar 15.000 poundsterling atau sekitar Rp 271,1 juta.

Penari Perut Sama el-Masry (instagram.com/samaelmasrii)
Penari Perut Sama el-Masry (instagram.com/samaelmasrii)

Menanggapi kasus ini, pengacara hak asasi manusia untuk perempuan Entessar el-Saeed mengkritik hukum yang dianggap mendiskriminasi kaum perempuan itu.

"Masyarakat kita yang konservatif mengalami kesulitan dalam menghadapi perubahan teknologi, yang mana telah mengubah lingkungan dan pola pikir," ucap dia.

Ini juga bukan kali pertama perempuan Mesir dituntut oleh pengadilan karena penampilan mereka yang dianggap tidak senonoh.

Sebelumnya, aktris Rania Youssef pernah dituntut melakukan perbuatan mesum di depan publik karena pilihan gaunnya ketika menghadiri Cairo Film Festival.

Terkait

Terkini