Senin, 13 Juli 2020

Ternyata Ada Faedahnya Juga, 6 Alasan Kamu Boleh Bersikap Egois

Demi kebaikan dirimu sendiri, ada kalanya kamu boleh bersikap egois, kok.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Amertiya Saraswati
cloud_download Baca offline
Ilustrasi marah. (Unsplash/Elijah O'Donnell)
Ilustrasi marah. (Unsplash/Elijah O'Donnell)

Dewiku.com - Selama ini, orang-orang menganggap sikap egois identik dengan sesuatu yang negatif. Banyak dari kita pun akan merasa bersalah ketika bersikap egois.

Walau demikian, sikap egois rupanya tak selamanya buruk. Malah, ada waktu di mana kamu harus bersikap egois demi dirimu sendiri.

Salah satunya adalah bersikap egois demi melakukan self care atau merawat diri sendiri. Hal ini diperlukan agar kesehatan fisik dan mentalmu bisa tetap terjaga.

Melansir dari Healthline, inilah 6 alasan kamu boleh bersikap egois. Kapan saja kamu bisa melakukannya?

Ilustrasi tidur cukup. (Pexels)
Ilustrasi tidur cukup. (Pexels)

1. Ketika butuh bantuan

Ada kalanya, kita membutuhkan bantuan tapi sungkan untuk memintanya. Sebab, meminta tolong akan membuatmu merasa lemah dan tidak kompeten.

Namun, meminta bantuan bukanlah hal yang salah. Kalau memang butuh, kamu boleh meminta bantuan dari orang yang dipercaya.

2. Saat butuh istirahat

Jangan merasa bersalah untuk meminta waktu istirahat bagi diri sendiri. Kamu berhak untuk beristirahat, baik secara fisik, mental, maupun emosional.

Ingatlah bahwa ada banyak dampak negatif dari kurang beristirahat. Misalnya, kamu bakal susah fokus dan mudah sakit. Oleh karenanya, jangan takut untuk bertindak egois dan meminta waktu istirahat demi dirimu sendiri.

Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)

3. Butuh waktu sendiri

Beberapa orang butuh waktu untuk menyendiri dan beristirahat dari interaksi sosial. Ketahuilah, Ini bukan hal yang aneh.

Kalau kamu memang butuh waktu untuk dirimu sendiri, jangan merasa bersalah. Kamu dapat mengisi "me time" ini dengan mandi, tidur, hingga melakukan aktivitas yang kamu sukai.

4. Kamu ingin mengakhiri hubungan atau pekerjaan

Jangan takut untuk mengambil keputusan yang bisa membahagiakan dirimu. Walau ada kemungkinan kamu menyakiti orang lain, tapi dirimu sendiri juga penting untuk diperhatikan.

Kalau kamu terjebak dalam hubungan yang tidak sehat, kamu boleh meminta putus demi kebahagiaanmu sendiri. Demikian pula halnya dengan pekerjaan.

Ilustrasi putus cinta (Shutterstock).
Ilustrasi putus cinta (Shutterstock).

5. Kamu sudah terlalu banyak memberi

Idealnya, seseorang mesti saling memberi dan menerima dalam sebuah hubungan. Namun, bisa jadi kamu terjebak dalam hubungan di mana kamu sudah terlalu banyak memberi.

Jika itu yang terjadi, kamu boleh bersikap egois dan tegas. Kamu dapat meminta waktu istirahat, berbicara dengannya, hingga memutuskan hubungan yang ada.

6. Menghindari burnout

Terakhir, kamu boleh bersikap egois untuk menghindari terjadinya burnout atau kejenuhan akut dalam kehidupan pribadi maupun pekerjaan.

Saat ingin melakukannya, kamu berhak untuk mematikan telepon hingga menunda membalas pesan dari pekerjaan.

Pastikan kamu tetap memiliki waktu untuk kehidupan pribadimu, serta dapat menciptakan work-life balance agar lebih bahagia.

Terkait

Terkini