Rabu, 28 Oktober 2020

Jerawat Bisa Pengaruhi Hasil Wawancara Kerja, Ini Kata Ahli

Kondisi wajah yang penuh jerawat rupanya dipandang negatif saat mencari pekerjaan.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Amertiya Saraswati
cloud_download Baca offline
Ilustrasi wawancara kerja. (Unsplash/Rawpixel)
Ilustrasi wawancara kerja. (Unsplash/Rawpixel)

Dewiku.com - Bagi kamu yang baru saja lulus kuliah atau sedang mencari pekerjaan, proses wawancara kerja mungkin adalah sesuatu yang menantang.

Tak hanya kemampuanmu dalam menjawab pertanyaan, ada berbagai faktor yang dapat memengaruhi keberhasilanmu dalam wawancara kerja.

Meski demikian, sudah tahukah kamu jika kondisi kulit ternyata bisa berdampak pada hasil wawancara kerjamu?

Melansir dari laman Pop Sugar, sebuah riset menyebutkan jika orang-orang dengan kulit wajah berjerawat ternyata lebih mengalami diskriminasi ketika mencari pekerjaan.

Bahkan 78 persen orang pun berpendapat kalau mereka yang punya jerawat atau noda di wajah akan lebih susah mendapat pekerjaan.

"Kita hidup di masyarakat yang membuat kita menerapkan standar tertentu tanpa kita sadari," ungkap Alison Green, seorang mantan manajer SDM.

"Ada bias tentang ras, gender, umur, agama, kelas sosial, hingga penampilan fisik."

Ilustrasi jerawat saat menstruasi. (Shutterstock)
Ilustrasi jerawat. (Shutterstock)

Tentu saja, penampilan fisik dan jerawat sama sekali tak ada hubungannya dengan kompetensi seseorang. Namun, menurut psikoterapis Matthew Traube, kondisi kulit memang dapat berdampak pada psikologis seseorang.

Bagi pekerjaan yang banyak berhubungan dengan klien, perusahaan cenderung akan mencari seseorang yang dapat merawat tubuh dengan baik.

Oleh karenanya, menurut Traube, perusahaan dapat mempunyai persepsi bahwa orang dengan kulit berjerawat tidak mampu menjaga kebersihan diri mereka.

Selain itu, jerawat dan masalah kulit juga bisa dipandang sebagai sesuatu yang menular meski hal ini tidak benar adanya.

Jerawat Bisa Pengaruhi Hasil Wawancara Kerja, Ini Kata Ahli - 2

Di sisi lain, masalah jerawat ternyata juga bisa berpengaruh kepada rasa percaya diri seseorang.

"Mempunyai kondisi di kulit, terutama seperti jerawat di wajah, dapat berdampak besar ke rasa percaya diri," ungkap ahli psikodermatologi dr. Josie Howard.

"Wawancara kerja adalah momen ketika kamu mempresentasikan dirimu sendiri untuk dievaluasi. Orang-orang jadi lebih sadar akan kekurangan yang tampak, dan ini membuat mereka susah berfokus pada isi wawancara dan interaksi yang ada," imbuhnya.

Parahnya lagi, stres akibat wawancara kerja dapat mendorong timbulnya jerawat. Stres yang bertumpuk-tumpuk ini bisa berdampak parah pada kulit.

Guna mengatasinya, kamu disarankan untuk tetap membersihkan kulit dan melakukan rutinitas skincare seperti biasa. Selain itu, cobalah untuk tak terlalu memedulikan jerawat yang muncul agar tidak semakin stres.

"Faktor terpenting saat mempresentasikan diri adalah merasa nyaman dalam kulitmu," ungkap dr. Howard. "Kamu mungkin punya jerawat, tapi dengan berfokus pada pembicaraan, maka fokus pewawancara juga bakal beralih (dari wajah)."

Terkait

Terkini