Senin, 13 Juli 2020

Kisah Cinta Unik, Pasangan Ini Kencan Berjauhan via Perbatasan Negara

Kisah cinta unik ini viral di media sosial.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rima Suliastini
cloud_download Baca offline
Ilustrasi pasangan. (Unsplash)
Ilustrasi pasangan. (Unsplash)

Dewiku.com - Kisah cinta unik memang tak ada habisnya untuk dibahas. Kali ini, kisahnya datang dari pasangan yang hidup di dua negara yang saling berbatasan. Karena Pandemi corona, perbatasan antar negara mereka kini ditutup.

Melansir Daily Mail, pasangan bernama Savannah Koop dan Ryan Hamilton ini terpisah sekitar 29 mil, di mana Savannah tinggal di Abbotsford, British Columbia, Kanada. Kekasihnya, Ryan, tinggal di Bellingham, Washington.

Sebenarnya, perbatasan dua negara itu selalu dibuka dalam situasi normal dan aksesnya kerap dipakai oleh para pekerja lintas negara. Namun semenjak corona merebak, perbatasan itu ditutup dan otomatis keduanya mesti terpisah.

Walau tidak bisa bersama, bukan berarti mereka tak bisa bertemu. Pasangan ini kemudian memutuskan bertemu di perbatasan dan melakukan kegiatan meski terpisah batas berupa parit.

Video pertemuannya diunggah di TikTok dan terlihat begitu dramatis. Pasangan ini berjalan beriringan di masing-masing negara dan kadang mereka melambai untuk saling menyapa.

Savannah Koop. (Instagram/@alekssharpeimagery)
Savannah Koop. (Instagram/@alekssharpeimagery)

Keduanya kemudian piknik dengan menikmati cemilan dan kopi yang mereka bawa masing-masing. Untuk berbicara, mereka mesti saling berteriak agar suaranya terdengar jelas.

Kanada dan AS mempunyai perbatasan terpanjang yang tidak dijaga di dunia. Nah, ada satu jalan di kedua sisi tetapi tidak ada dinding atau pagar di antara pasangan yang membatasi.

Ini berarti, mereka bisa menjaga jarak enam kaki di tengah rekomendasi jarak sosial.

Savannah Koop. (Instagram/@alekssharpeimagery)
Savannah Koop. (Instagram/@alekssharpeimagery)

Uniknya, pasangan ini cukup sering bertemu di perbatasan. Hal itupun bahkan membuat para pengendara lalu lintas cukup familiar dengannya dan kadang melambaikan tangan ketika berpapasan.

"Kami tahu begitu banyak orang dalam situasi yang lebih mengerikan, jadi kami bersyukur tinggal di daerah di mana kami bisa saling bertemu dalam kehidupan nyata," tutur Savannah Koop.

 

Terkait

Terkini