Rabu, 30 September 2020

Ini Manfaat Membaca Novel Erotis, Termasuk Bantu Kurangi Stres

Menurut pakar, membaca novel erotis ternyata punya manfaat baik.

Rima Sekarani Imamun Nissa
cloud_download Baca offline
Ilustrasi perempuan seksi. (Pixabay/Fernando Gimenez)
Ilustrasi perempuan seksi. (Pixabay/Fernando Gimenez)

Dewiku.com - Apakah kamu penggemar novel erotis seperti seri Fifty Shades? Atau mungkin lebih menyukai karya klasik tulisan Enny Arrow?

Jika iya, berbahagialah. Pakar menyebut membaca novel erotis punya serangkaian manfaat baik untuk kesehatan dan kebugaran lelaki.

Dilansir Popular-world.com, studi yang dilakukan York University pada tahun 2013 menyebut orang yang suka membaca novel erotis diketahui mempunyai rasa empati yang tinggi.

Selain itu, pakar kesehatan mental Sarah Jane mengungkapkan membaca novel erotis seperti seri Fifty Shades bisa membuat seseorang terangsang. Hal ini rupanya bisa membuat perasaan cemas dan stres berubah menjadi emosi yang positif.

Ilustrasi perempuan di tempat tidur. (Unsplash/Nemanja .O.)
Ilustrasi perempuan di tempat tidur. (Unsplash/Nemanja .O.)

"Ketika Anda stres dan cemas kemudian melakukan distraksi dengan membaca novel erotis yang memiliki efek sama (seperti peningkatan detak jantung) hal itu menghasilkan perasaan emosi yang lebih positif," kata Jane, dilansir dari Elite Daily.

Walau bisa memberikan efek positif pada kesehatan mental, bukan berarti membaca novel erotis jadi obat untuk mengatasi kecemasan, depresi.

Tentu saja lebih baik jika Anda mendatangi pakar kesehatan mental atau psikolog untuk mengatasi masalah mental, seperti disampaikan sex educator Kate Sloan.

Ilustrasi membaca novel erotis. [Shutterstock]
Ilustrasi membaca novel erotis. [Shutterstock]

Menurut Nielsen’s Romance Book Buyer Report di 2015, mayoritas penyuka novel-novel panas adalah perempuan. Paling tidak hasil laporan itu menyebutkan sebanyak 85 persen pembaca novel erotis adalah perempuan.

Pakar seks Emily Nagoski punya jawabannya. Menurut dia, pembaca novel erotis lebih banyak perempuan karena perempuan lebih terangsang dalam bentuk teks, bukan visual.

Hasil terbalik terjadi saat perempuan menonton film porno atau bentuk rangsangan visual lainnya. Itu bisa jadi malah membuat perempuan stres dan membandingkan dirinya dengan yang ada di video. (*M. Reza Sulaiman)

Terkait

Terkini