Rabu, 12 Agustus 2020

Masker Bentuk Alat Kelamin Viral di Internet, Aman Nggak nih?

Masker ini bentuknya seperti alat kelamin wanita.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rima Suliastini
cloud_download Baca offline
Masker bentuk alat kelamin wanita. (Instagram/@lulugeraghty)
Masker bentuk alat kelamin wanita. (Instagram/@lulugeraghty)

Dewiku.com - Masyarakat dunia kini sedang dihebohkan dengan pandemi virus corona. Belakangan bukan virusnya saja yang viral, tapi kreasi maskernya juga jadi sorotan.

Adalah perawat bernama Lulu Geraghty yang membikin desain masker unik dengan hiasan berbentuk alat kelamin wanita. Melansir Metro, Lulu butuh sedikit lelucon agar orang-orang tak terlalu serius karena virus corona.

"Aku mempunyai vulva cadangan yang hanya tergeletak di sekitar, jadi aku memakainya untuk bersenang-senang," ungkap Lulu sembari menunjuk 'vulva cadangan' dengan berbagai bentuk.

Menurut dia, masker berbentuk vulva ini adalah bagian dari item fesyen dan tidak memenuhi standar medis untuk mencegah virus.

Lulu juga punya misi tersendiri atas beredarnya 'vulva cadangan' miliknya. Ia ingin para wanita tak minder dengan vulva mereka dan ingin menyadarkan bahwa memiliki bentuk vulva berbeda adalah hal yang wajar.

Masker dan poci teh bentuk alat kelamin karya Lulu Geraghty. (Instagram/@lulugeraghty)
Masker dan poci teh bentuk alat kelamin karya Lulu Geraghty. (Instagram/@lulugeraghty)

"Aku suka sedikit konfrontatif dan suka memiliki ide-ide yang bersaing tentang sesuatu yang benar-benar tak nyaman dengan sesuatu yang cantik dan domestik," kata dia.

"Apa yang benar-benar ingin aku lakukan adalah menghancurkan tabu, kegelisahan yang dirasakan banyak wanita tentang vulva mereka. Betapa banyak wanita bahkan tak tahu tentang dasar anatomi mereka," lanjutnya.

Masker dan poci teh bentuk alat kelamin karya Lulu Geraghty. (Instagram/@lulugeraghty)
Masker dan poci teh bentuk alat kelamin karya Lulu Geraghty. (Instagram/@lulugeraghty)

Sebelum membuat masker bentuk alat kelamin, Lulu ternyata sudah lebih dulu menghias poci teh miliknya dengan rajutan yang sama. Sejak tahun 2017, ia memang mulai berkreasi dengan berbagai bentuk vulva.

"Aku sengaja membuatnya agak berenda, asimetris, dan berbulu. Karena setiap orang memiliki bentuk yang berbeda," ujar dia.

Sayangnya, tidak semua orang senang dengan pemikirannya, bahkan banyak yang merasa jijik dengan karya Lulu.

Terkait

Terkini