Sabtu, 30 Mei 2020

Hasil Riset: Kurang Tidur Bisa Bikin Kamu Tak Punya Teman

Rupanya, orang-orang cenderung malas melihat wajah seseorang yang kurang tidur.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Kintan Sekarwangi
cloud_download Baca offline
Ilustrasi tidur. (Unsplash/Wes Hicks)
Ilustrasi tidur. (Unsplash/Wes Hicks)

Dewiku.com - Cara seru membaca kepribadian seseorang tak cuma melalui zodiak mereka. Bahkan, kualitas jam tidur juga bisa membuat orang lain mengetahui kepribadianmu seperti apa.

Dilansir dari Brightside, penelitian menyebut tidur bisa mempengaruhi perasaan orang lain terhadap dirimu. Dikatakan bahwa, orang-orang yang kurang tidur akan lebih sedikit disukai oleh orang lain.

Dalam penelitian itu, dikatakan orang-orang tak terlalu suka melihat orang lain dengan wajah mengantuk atau kurang tidur.

Penelitian yang dilakukan oleh Tina Sundelin, Mats Lekander, Kimmo Sorjonen, dan John Axelsson ini melibatkan 25 responden.

Para responden tersebut diamati dan difoto sebanyak dua kali. Foto pertama diambil saat mereka sudah tidur selama 8 jam dan yang kedua setelah tidur hanya dalam waktu 4 jam selama 2 hari.

Ilustrasi tidur dengan kelambu. [Shutterstock]
Ilustrasi tidur dengan kelambu. [Shutterstock]

Dari situ, disimpulkan bahwa orang-orang cenderung kurang tertarik untuk bersosialisasi dengan mereka yang terlihat kurang tidur.

Tak cuma itu, foto orang kurang tidur dikatakan terlihat kurang menarik, kurang sehat, dan lebih mengantuk. Banyak orang yang sering mengaitkan daya tarik dengan karakteristik positif.

Jadi, ketika mereka melihat orang lain dengan wajah yang tampak lelah, mempunyai kantung mata, lingkaran hitam, dan kelopak mata bengkak, maka orang tersebut akan dianggap kurang ramah.

Ilustrasi mengantuk (shutterstock)
Ilustrasi mengantuk (shutterstock)

Akibatnya, mereka jadi tak akan bersemangat untuk bersosialisasi atau berinteraksi dengan orang tersebut. Selain itu, mereka yang kurang tidur seolah menegaskan bahwa dirinya kurang ramah dan optimis.

Mereka juga dinilai lebih buruk dalam memahami, mengekspresikan emosi, dan kurang empati. Begitulah kata penelitian tersebut.

Terkait

Terkini