Senin, 13 Juli 2020

Pakai Simbol Phi Beta Sigma dalam Produk Fesyen, Ralph Lauren Tuai Kritikan

Ralph Lauren minta maaf atas kejadian ini.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rima Suliastini
cloud_download Baca offline
Ralph Lauren. (Instagram/@ralphlauren)
Ralph Lauren. (Instagram/@ralphlauren)

Dewiku.com - Ralph Lauren sedang jadi sorotan warga kulit hitam akibat menambahkan simbol 'Phi Beta Sigma' dalam salah satu desain fesyen mereka.

Melansir Forbes, simbol 'Phi Beta Sigma' dalam huruf Yunani merupakan lambang perkumpulan mahasiswa kulit hitam di Universitas Howard.

Ralph Lauren menyisipkan simbol 'Phi Beta Sigma' itu dalam celana Chino besutan mereka. Hal ini lalu menuai reaksi keras dari berbagai pihak.

Bahkan, dalam situs change.org, muncul sebuah petisi untuk segera menarik produk terkait dari pasaran.

Berdasarkan keterangan petisi, terlihat jika warga kulit hitam tersinggung atas desain celana chino Ralph Lauren. Mereka menilai label yang eksis sejak tahun 1963 ini telah menyalahkangunakan simbol 'Phi Beta Sigma'.

Ilustrasi Phi Beta Sigma. (Instagram/@sc_phibetasigma)
Ilustrasi Phi Beta Sigma. (Instagram/@sc_phibetasigma)

Mereka juga meradang karena label fesyen papan atas ini sudah menggunakan simbol itu untuk kepentingan komersil.

Melansir NBC, kuasa hukum perkumpulan 'Phi Beta Sigma', Andrea Hence Evans, menyatakan sedang melakukan invertigasi terkait hal ini.

"Brand klien kami menyimbolkan persaudaraan yang majemuk dan para pria berpendidikan dari bangku kuliah," ujar Andrea.

Ralph Lauren. (Instagram/@ralphlauren)
Ralph Lauren. (Instagram/@ralphlauren)

Sementara itu, Ralph Lauren tak tinggal diam dan segera menyatakan permintaan maafnya. Mereka juga mengaku bahwa inspirasi penggunaan simbol 'Phi Beta Sigma' murni muncul dari ragam budaya Amerika.

"Sebagai merek Amerika yang sudah berusia 50 tahun, Ralph Lauren terinspirasi oleh beragam budaya di Amerika," jelas permintaan maaf Ralph Lauren.

"Atas kejadian ini, kami menyatakan sangat berkomitmen untuk menghormati dan memakai segala bentuk ikon budaya dengan bijak," lanjut permintaan maaf tersebut.

Terkait

Terkini