Senin, 26 Oktober 2020

Jualan Foto Seksi, Mantan Pegawai Retail Bisa Beli Rumah Rp 3,9 Miliar

Keluarga dan tunangannya bahkan mendukung pekerjaannya menjual foto seksi.

Rima Sekarani Imamun Nissa
cloud_download Baca offline
Ilustrasi model seksi. (Unsplash/Verne Ho)
Ilustrasi model seksi. (Unsplash/Verne Ho)

Dewiku.com - Perempuan 20 tahun asal Inggris mengaku mampu mengumpulkan banyak uang dengan berjualan foto seksi secara daring. Dia bahkan diberitakan sanggup membeli rumah mewah senilai 210 ribu poundsterling atau sekitar Rp3,9 miliar.

Perempuan ini sempat bekerja sebagai karyawan perusahaan retail ketika berusia 16-18 tahun. Namun, dia memutuskan untuk keluar setelah akun OnlyFans miliknya semakin populer.

Menggunakan nama akun BunnyRoseX, dia dapat mengumpulkan pendapatan bersih hingga 2.500 poundsterling atau sekitar Rp 46,7 juta per bulan. Itu berasal dari penjualan foto seksi dan video serupa.

Tidak heran jika dia bisa membeli banyak barang mewah, termasuk rumah senilai miliaran. Dia juga senang liburan tanpa pusing memikirkan kondisi keuangannya lagi.

Selain pembayaran tunai, Bunny juga kerap menerima hadiah dari penggemarnya.

Ilustrasi perempuan seksi. (Unsplash/Kari Shea)
Ilustrasi perempuan seksi. (Unsplash/Kari Shea)

"Apa saja seperti tas, sepatu, hingga uang. Namun, kami sebenarnya lebih suka voucher Amazon karena tak ingin orang lain mendapatkan alamat kami," kata dia, dilansir dari Daily Star.

Fakta menariknya, ternyata Bunny sudah bertunangan. Dia juga bilang bahwa keluarganya sangat mendukung pilihan kariernya saat ini.

Hubungan asmara dengan sang tunangan bahkan diklaim jadi terasa lebih baik berkat pekerjaannya menjual foto seksi.

Pasangan berhubungan seks dalam mobil tentu memiliki sensasi yang berbeda. (Shutterstock)
Pasangan mesra. (Shutterstock)

"Jelas ini berdampak positif pada seks. Tapi, Anda perlu membuat batasan yang jelas antara pekerjaan dan hubungan asmara," ungkapnya.

Bunny tentu merasa beruntung mendapat dukungan penuh dari orang terdekat. Pasalnya, tak semua orang bisa menerima pilihannya itu.

"Saya benci ketika orang-orang sangat menghakimi, tak perlu begitu. Saya paham pandangan beberapa orang tapi saya tidak perlu mendengarnya sampai 1.000 kali," ujarnya.

Terkait

Terkini