Sabtu, 15 Agustus 2020

Nyesal Jadi Pria, Wanita Ini Ingin Kembali ke Tubuh Semula

Selama bertahun-tahun ia galau jadi transgender dan merasa tak nyaman dengan tubuhnya.

Yasinta Rahmawati | Rima Suliastini
cloud_download Baca offline
Ilustrasi menyesal. (Pexels)
Ilustrasi menyesal. (Pexels)

Dewiku.com - Penyesalan selalu datag terlambat, barangkali itu yang tengah terjadi dalam hidup Debbie. Ia adalah transgender yang mengubah jenis kelamin dari wanita menjadi pria.

Melansir laman Metro, Debbie berpikiran untuk mengubah jenis kelaminnya jadi pria ketika berumur 44 tahun.

Kala itu, Debbie mengaku hidup dalam kebimbangan selama bertahun-tahun. Ia merasa benci dengan tubuhnya sendiri bahkan pernah berpikir untuk menggunting payudaranya sendiri.

Sebuah momen yang kemudian mengubah hidupnya terjadi ketika ia menonton acara TV yang menjelaskan tentang transgender. Di sana ia merasa yakin jika dirinya bagian dari kaum itu.

Debbie kemudian pergi ke dokter dan memulai langkahnya jadi pria dengan menyuntikkan hormon testosteron ke tubuhnya. Tiga bulan setelah itu, ia melakukan pengangkatan payudara.

Ilustrasi perempuan. (Unsplash/Anthony Tran)
Ilustrasi perempuan. (Unsplash/Anthony Tran)

Selanjutnya Debbie mengangkat rahim, indung telur dan saluran tuba. Proses medis yang membutuhkan banyak waktu dan biaya itu berlanjut hingga operasi plastik pembuatan penis.

Sekian tahun menjalani hari sebagai pria, Debbie tiba-tiba merasa dia bukanlah pria. Ia mengidentifikasi kembali dirinya dan memutuskan bahwa ia adalah wanita seutuhnya.

Rupanya yang terjadi pada Debbie sebenarnya adalah stres pasca-trauma kompleks karena mengalami pelecehan seksual selama bertahun-tahun.

anak sedih
Ilustrasi korban pelecehan. (Shutterstock)

Sejak remaja, Debbie mulai membenci tubuhnya setelah dilecehkan oleh almarhum ayahnya. Ia baru mrnyadari rasa insecure itu muncul dari rasa takut diperkosa.

Akhirnya, setelah 15 tahun menggunakan testosteron, Debbie berhenti pada bulan Februari tahun ini dan mulai menggunakan estrogen enam minggu yang lalu. Di bawah pengawasan spesialis di klinik identitas gender NHS, bersama dengan The Advokasi Transgacy Network.

Terkait

Terkini