Rabu, 11 Desember 2019

Sakit-sakitan setelah Implan Payudara, Model Ini Menyesal Seumur Hidup

Wanita ini tak menyangka, implan payudara membuatnya kesakitan.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rima Suliastini
Alivia Celio. (Instagram/@aliviacelio)
Alivia Celio. (Instagram/@aliviacelio)

Dewiku.com - Belakangan ini, implan payudara banyak diminati oleh para wanita. Meskipun dokter mengatakan ini adalah tindakan medis yang memberi efek samping, tapi masih banyak orang yang berminat melakukannya.

Salah satunya dialami selebgram cantik, Alivia Celio. Wanita Australia ini mengeluhkan kesehatannya menurun pasca pasang implan payudara.

Melansir The Sun, mulanya Alivia bahagia dan bangga. Ia merasa seksi karena memiliki tubuh yang seperti diidamkan selama ini.

Sayangnya, itu tidak berlangsung lama. Tiga bulan setelahnya ia jadi sering sakit-sakitan. Alivia mengeluh mudah lelah, sering nyeri sendi, dan pandangannya tidak fokus.

Public Relations di sebuah perusahaan ini juga menjadi cemas karena siklus menstruasi kacau.

Alivia Celio. (Instagram/@aliviacelio)
Alivia Celio. (Instagram/@aliviacelio)

"Saat itu adalah masa-masa gelap bagiku yang membuatku hanya ingin berada di tempat tidur sepanjang waktu dan tidak ingin bertemu orang lain," jelas dia.

Menurut hasil konsultasi dengan dokter, Alivia mengalami Breast Implant Illness (BII). Istilah itu merujuk pada situasi di mana wanita merasa sakit setelah memasang implan payudara.

"Masuk akal bagiku kalau mengalami BII," ujarnya sambil menjelaskan semua keluhan kesehatan ini tak pernah muncul sebelum ia memasang implan.

Ilustrasi operasi implan payudara. (Shutterstock)
Ilustrasi operasi implan payudara. (Shutterstock)

Alivia mengambil keputusan tepat. Ia mencopot implan payudaranya karena tidak ingin kesakitan lebih lama lagi. Seperti dugaan awal, kondisinya berangsur-angsur pulih setelah tak lagi memakai implan.

"Energiku kembali, aku mampu bersosialisasi lagi, aku merasa lebih bahagia," ujarnya.

Alivia pun memberi pesan pada setiap wanita untuk lebih menghargai apa yang mereka miliki. Ia juga meyakinkan orang-orang bahwa penampilan bukan yang paling penting. Bagaimanapun, kebahagiaan dan kesehatan adalah hal utama.

Terkait

Terkini