Rabu, 11 Desember 2019

Minum Kopi 4 Kali Sehari Turunkan Risiko Diabetes, Ini Penjelasannya

Penelitian menyebutkan rutin minum kopi 4 kali sehari bisa menurunkan diabetes tipe 2.

Rima Sekarani Imamun Nissa
Minum kopi. (Unsplash/Ava Sol)
Minum kopi. (Unsplash/Ava Sol)

Dewiku.com - Selama ini, kopi sering dianggap sebagai minuman yang tidak menyehatkan. Namun, sebuah studi baru justru menemukan minum kopi secara rutin bisa mengurangi risiko diabetes dan obesitas.

Para peneliti menemukan bahwa minum kopi tanpa kafein bisa memberikan manfaat kesehatan. Minum 4 cangkir kopi tanpa kafein sehari bisa mengurangi risiko diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi dan obesitas.

Menurut temuan lain, dilansir dari The Sun, minum 1-4 cangkir kopi sehari juga bisa mengurangi risiko sindrom metabolik antara 2 hingga 44 persen.

NHS pun menjelaskan, diabetes, tekanan darah tinggi, dan obesitas merupakan sebuah kombinasi berbahaya karena memengaruhi satu dari empat orang dewasa.

Para peneliti dari Universitas Navarre di Spanyol dan Catania di Italia juga menemukan bahwa ada hubungan antara minum kopi setiap hari dengan penurunan risiko diabetes tipe 2.

Ilustrasi diabates (shutterstock)
Ilustrasi diabates (shutterstock)

Estefania Toledo, dari Universitas Navarre dan Ciberobn, sebuah pusat biomedis di Spanyol, mengatakan analisis itu menunjukkan bahwa konsumsi kopi dapat mengurangi risiko hingga rata-rata 26 persen.

"Semua kopi yang berkafein atau tak mengandung senyawa yang mungkin membayahakan juga memiliki efek menguntungkan pada kesehatan, termasuk polifenol, trigonelin dan melanoidin," kata Estefania Toledo.

Ilustrasi minum kopi. (Shutterstock)
Ilustrasi minum kopi. (Shutterstock)

Menurutnya, senyawa-senyawa dalam kopi tersebut mempunyai kualitas antioksidan dan anti-inflamasi. Studi sebelumnya telah menyarankan bahwa tes, terutama teh hijau juga bisa membantu meringankan sindrom metabolik.

Sementara itu, para peneliti yang ditugaskan oleh Institute for Scientific Information on Coffee (ISIC), sebuah badan yang didanai oleh perusahaan kopi menambahkan, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui hubungan antara kopi dan sindrom metabolik. (*Shevinna Putti Anggraeni)

Terkait

Terkini