Senin, 09 Desember 2019

Ini Alasan Lady Gaga Rutin Mandi Es Batu kemudian Air Panas

Mandi es punya manfaat baik bagi tubuh.

Yasinta Rahmawati
Lady Gaga. (Instagram/@ladygaga)
Lady Gaga. (Instagram/@ladygaga)

Dewiku.com - Melakoni berbagai aktivitas, membuat Lady Gaga mengerahkan energi dan tubuhnya. Untuk mengatasi kelelahan setelahnya, pelantun "Edge of Glory" itu punya ritual khusus, yakni mandi es.

Di Instagram, Lady Gaga mengunggah foto yang memperlihatkan proses pemulihan yang harus dia lalui setelah setiap pertunjukan. Berendam atau madi es adalah yang utama.

"Pasca acara rutin: mandi es selama 5-10 menit, mandi air panas selama 20, kemudian setelan kompresi dikemas dengan paket es selama 20," tulisnya dalam keterangan foto.

Seperti dilansir dari Allure, menurut Lee Hanses, seorang ahli terapi fisik Bespoke Treatments di Seattle, setiap langkah memiliki peran dalam membuat tubuhnya siap perform di panggung.

"Mandi kontras digunakan setelah latihan yang berat atau periode peningkatan aktivitas untuk membantu mengurangi proses inflamasi, menunda nyeri otot, dan mengurangi tingkat kelelahan dan rasa sakit," terang Lee Hanses pada Allure.

Lady Gaga. (Instagram/@ladygaga)
Lady Gaga. (Instagram/@ladygaga)

 

"Seluruh tubuh atau hanya satu bagian direndam dalam air panas antara 100 dan 110 derajat Fahrenheit, lalu air dingin antara 55 dan 65 derajat Fahrenheit; dan proses bolak-balik antara keduanya diulang hingga 30 menit," tambahnya.

Meskipun mungkin terdengar tidak nyaman, proses ini pada akhirnya akan membantu tubuh mendapatkan kembali kenyamanan. Sebab, suhu dingin dari rendaman es menyebabkan pembuluh darah dan getah bening kita mengerut sehingga menurunkan laju aliran cairan tubuh kita.

Rambut pink Lady Gaga. (Instagram/@ladygaga)
Rambut pink Lady Gaga. (Instagram/@ladygaga)

 

Sebaliknya, suhu panas akan menyebabkan pembuluh darah membesar dan memungkinkan cairan mengalir lebih cepat.

"Dengan bergantian melakukan dua tindakan ini, tubuh mempromosikan pemompaan darah dan pembuluh getah bening secara terus-menerus setelah aktivitas dilakukan. Gerakan, pengiriman nutrisi dan oksigen segar, ditambah dengan penghilangan asam laktat dan karbon dioksida dari otot-otot kita, membantu dalam pemulihan lebih cepat untuk kinerja optimal," ujar Lee Hanses.

Terkait

Terkini