Selasa, 29 September 2020

Sarkas Banget! Sophie Turner Sindir Influencer dan Produk Diet

Sophie Turner tampaknya mendukung kebijakan baru Instagram.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Yasinta Rahmawati
cloud_download Baca offline
Joe Jonas dan Sophie Turner. (Instagram/@sophiet)
Joe Jonas dan Sophie Turner. (Instagram/@sophiet)

Dewiku.com - Sophie Turner menambah deretan selebriti yang mengkritik influencer karena mempromosikan produk diet tidak sehat di media sosial. Para influencer itu juga dianggap membuat standar kecantikan yang tidak realistis.

Dilansir dari Cosmopolitan, pemain serial Game of Thrones itu berbagi video di Instagram belum lama ini. Ia menggunakan filter yang membuat pipi terlihat merah dan memperbesar bibir dalam video tersebut.

Wanita berusia 24 tahun itu terlihat berpura-pura menjadi influencer dan melontarkan kalimat sarkas.

"Hari ini saya cuma ingin mempromosikan barang bubuk baru ini yang kamu masukkan ke dalam gigi, dan pada dasarnya itu membuatmu tidak tahu apa-apa. Dan benar-benar sangat buruk bagi saya untuk mempromosikan kepada remaja putri dan remaja di manapun," ujar dia pada kamera.

"Tapi saya benar-benar tidak peduli karena saya dibayar. Hidup influencer!" tambah Sophie Turner.

Priyanka Chopra dan Sophie Turner. (Instagram/@priyankachopra)
Priyanka Chopra dan Sophie Turner. (Instagram/@priyankachopra)

Video Sophie Turner itu beredar hampir sebulan setelah Instagram membuat kebijakan baru. Media sosial satu ini diketahui akan membatasi akses iklan untuk produk diet seperti teh detoksifikasi, pil diet hingga permen lolipop 'penekan nafsu makan'.

Melalui aturan baru ini, jika sebuah pos mempromosikan produk semacam itu, pengguna Instagram yang berusia di bawah 18 tahun bakal dilarang untuk melihatnya.

Jameela Jamil. (Instagram/@jameelajamilofficial)
Jameela Jamil. (Instagram/@jameelajamilofficial)

Sebelum Sophie Turner, ada aktris Jameela Jamil yang telah melakukan hal serupa. Sebagai aktivis yang berfokus pada netralitas tubuh, ia bahkan membantu Instagram mengembangkan kebijakan baru tersebut.

Ia bersuara keras tentang perlunya perusahaan besar untuk bertanggung jawab atas perlindungan kesehatan fisik dan mental pengguna produknya.

Terkait

Terkini