Senin, 21 Oktober 2019

Keramas Bikin Menstruasi Tak Lancar dan Sakit Kepala, Mitos atau Fakta?

Benarkah kita dilarang keramas saat menstruasi?

Rima Sekarani Imamun Nissa
Ilustrasi keramas saat mandi. (Shutterstock)
Ilustrasi keramas saat mandi. (Shutterstock)

Dewiku.com - Banyak mitos menstruasi yang tersebar di kalangan masyarakat. Salah satunya, larangan mencuci rambut atau keramas saat haid. Benarkah perempuan yang sedang menstruasi tak boleh melakukannya?

Rambut Anda sudah terasa kotor dan berminyak. Namun, di sisi lain Anda masih dalam masa menstruasi. Ingin segera keramas tapi takut bakal terjadi sesuatu yang tidak baik. Padahal, Anda sebenarnya bahkan tak memahami hubungan antara larangan keramas dan haid secara ilmiah, terutama dari sisi medis.

Melansir Healthline, banyak perempuan masih percaya bahwa keramas ketika menstruasi bisa menyebabkan sakit kepala. Katanya, perubahan suhu di kepala bisa mempengaruhi perubahan hormonal sehingga bikin kepala pusing

Kenyataannya, bukan keramas yang menyebabkan sakit kepala dan migrain ketika haid. Itu adalah pengaruh perubahan kadar hormon estrogen dan progesteron yang memang wajar terjadi selama menstruasi berlangsung. 

Selain itu, ada pula keyakinan bahwa keramas bisa bikin haid tidak lancar. Apakah Anda termasuk yang berpikir demikian?

Ilustrasi rambut basah setelah keramas di malam hari. (Shutterstock)
Ilustrasi rambut basah setelah keramas di malam hari. (Shutterstock)

Anda mungkin pernah mengalami darah haid sempat berhenti tapi lalu keluar lagi di tengah siklus menstruasi. Nah, apakah keramas memang menjadi hal yang harus dihindari untuk mencegahnya?

Namun, pola haid yang tersendat seperti itu benar-benar tak ada hubungannya dengan keramas. Penyebabnya masih sama seperti mitos pertama tadi, yakni perubahan kadar hormon estrogen dan progesteron.

Pergeseran kadar hormon juga dapat menyebabkan pola stop-and-start selama siklus menstruasi.

Ilustrasi (Foto: shutterstock)
Ilustrasi sakit kepala saat menstruasi. (Shutterstock)

Walau demikian, ada pula beberapa hal lain yang bisa menyebabkan terjadikan pola stop-and-start ketika menstruasi. Hal itu misalnya stres berat dan melakukan olahraga ekstrem.

Terkait

Terkini