Kamis, 16 Juli 2020

Menciptakan Tabungan Bersama Setelah Menikah, Pertimbangkan Ini Dulu

Tabungan bersama demi masa depan bersama pula.

Rima Sekarani Imamun Nissa
cloud_download Baca offline
Ilustrasi uang. (Unsplash/Bady QB)
Ilustrasi uang. (Unsplash/Bady QB)

Dewiku.com - Setelah menikah, urusan rumah tangga sebaiknya dibicarakan dan diputuskan berdua, termasuk soal keuangan. Namun, perlukah membikin tabungan bersama setelah menikah?

Melansir Hellosehat, tabungan bersama merupakan rekening yang Anda buat bersama dengan pasangan, terpisah dari rekening penghasilan pribadi. Anda berdua sama-sama menyisihkan sebagian pendapatan masing-masing.

Nah, rekening itu bakal menjadi sumber keuangan rumah tangga yang utama, misalnya untuk membayar tagihan listrik, air, internet, uang sekolah anak, hingga belanja bahan-bahan pokok.

Setiap orang tentu mempunyai prinsip pengelolaan keuangan sendiri. Jika Anda merasa tabungan bersama perlu, ada beberapa hal yang sebaiknya dipertimbangkan bersama terlebih dahulu, antara lain:

1. Cek rekam jejak keuangan pasangan

Tidak semua orang paham maksud dan tujuan tabungan bersama setelah menikah. Jadi, sebelumnya Anda dan pasangan harus saling memastikan apakah mau dan dapat sama-sama menabung untuk keperluan rumah tangga. Jangan sampai ribu karena tabungan terkuras habis tanpa jejak sehingga memicu pertengkaran

Ilustrasi uang tip. (Unsplash/Olga Delawrence)
Ilustrasi uang. (Unsplash/Olga Delawrence)

Coba pahami dulu bagaimana latar belakang keuangan pasangan, terutama dari pengalaman keluarga mereka. Apakah pasangan berasal dari keluarga yang mementingkan menabung demi hidup mapan dan nyaman di usia senja? Anda juga bisa membandingkan latar belakang keluarga sendiri sebelum memutuskan punya tabungan bersama setelah menikah.

2. Perhatikan kebiasaan cara menghabiskan uang

Anda maupun pasangan selanjutnya mesti memerhatikan bagaimana cara masing-masing mengeluarkan uangnya sebelum menikah.

Apakah ada yang hobi menghabiskan uang untuk jajan atau nongkrong? Lebih senang menabung dan investasi? Atau, apakah ada lebih banyak menggunakannya untuk membayar utang atau cicilan?

Ilustrasi makan bersama di sebuah restoran. (Pixabay/Free Photos)
Ilustrasi makan bersama di sebuah restoran. (Pixabay/Free Photos)

Penting untuk masing-masing pihak saling menanyakan bagaimana "gaya" mereka menghabiskan penghasilan bulanan selama ini. Ini juga dapat menjadi sarana mengenal pribadi masing-masing serta menentukan rencana tabungan bersama seperti apa yang ingin dibuat.

3. Tujuan jangka panjang

Tabungan bersama tentu juga perlu pertimbangan tujuan jangka panjang, misalnya saja soal anak.

Jika Anda berniat segera punya momongan, Anda sebaiknya mengusulkan prioritas menabung untuk kebutuhan anak. Sebaliknya kalau memutuskan tidak punya anak, gunakan tabungan bersama untuk kepentingan sehari-hari dan dana pensiun berdua.

Terkait

Terkini