Kamis, 24 September 2020

Dipecat saat Hamil Tua, Wanita Ini Tuntut Kantornya Sendiri

Wanita ini merasa diperlakukan tak adil oleh kantornya.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rima Suliastini
cloud_download Baca offline
Ilustrasi bekerja. (Unsplash/JESHOOTS.COM)
Ilustrasi bekerja. (Unsplash/JESHOOTS.COM)

Dewiku.com - Seorang wanita bernama Aimee Sanderson ini diberhentikan saat dirinya hamil besar dan akan melahirkan. Wanita asal Inggris ini lalu memutuskan untuk kemudian menuntut kantornya sendiri hingga mendapat kompensasi senilai Rp 400 juta.

Dilansir dari Mirror, wanita yang bekerja sebagai digital marketing ini diarahkan pada posisi terpojok ketika akan mengajukan cuti melahirkan. Menurutnya, atasannya terlalu mendramatisir keadaan hingga ia terkesan telah melakukan kesalahan besar.

Aimee yang sebelumnya pernah mengalami keguguran ini pada dasarnya hanya ingin lebih berhati-hati pada kehamilannya yang sekarang. Hingga tiba pada waktu ia merasa memberitahu atasannya, namun si bos membalas dengan kata-kata sinis.

"Menjadi ibu untuk pertama kali sudah sangat melelahkan dan memberatkan emosional dan keadaan mental. Ini sangat membebani," ujar dia.

Setelah itu, Aimee dipanggil ke ruangan rapat guna penilaian performa dan akhirnya rapat itu berakhir dengan pemecatan.

Dipecat saat Hamil Tua, Wanita Ini Tuntut Kantornya Sendiri - 1
Ilustrasi bekerja. (Shutterstock)

"Beberapa hal yang dikatakan CEO kepadaku selama berbulan-bulan seperti meremehkan. Aku pikir itu karena aku hamil," ucap Aimee.

Aimee juga mengatakan jika dia melalui dua tahun terakhir dalam hidupnya dengan sangat berat. Ia mesti bergelut dengan kondisi mental dan pernah keguguran. Aimee takut jika kondisi ini akan semakin parah hingga ia berkali-kali mendatangi dokter untuk menghindari stres.

Dipecat saat Hamil Tua, Wanita Ini Tuntut Kantornya Sendiri - 2

Akhirnya, Aimee mantap menuntut kantornya sendiri. Atas perlakuan tak menyenangkan itu, Aimee mendapat kompensasi sekitar Rp 400 juta dari kantornya.

Ia mengaku cukup puas dengan kompensasi yang diterima. Namun, sebenarnya tujuan utama tuntutan ini adalah memberikan efek jera pada perusahaannya agar kejadian serupa tak terulang kembali.

Terkait

Terkini