Sabtu, 28 Maret 2020

Balas Chat Atasan Pakai Emoji OK Bikin Sial, Wanita Ini Langsung Dipecat

Jangan main-main dengan pilihan emoji, ya.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Yasinta Rahmawati
cloud_download Baca offline
Ilustrasi kirim pesan. (Unsplash/Qi Bin)
Ilustrasi kirim pesan. (Unsplash/Qi Bin)

Dewiku.com - Barangkali memang tidak ada ketentuan baku menggunakan emoji di aplikasi chatting. Meski begitu, ada emoji tertentu yang tentu tidak bisa dikirim dalam situasi formal, seperti emoji tertawa terbahak-bahak atau muntah dan emoji yang bermakna 'kotor'. Tentu hal ini Anda sepakat.

Namun, ada seorang pegawai di China yang dipecat karena mengirim emoji 'OK' lewat aplikasi pesan singkat, WeChat.

Seperti dilaporkan South China Morning Post, dia ditandai oleh manajernya dalam obrolan yang terjadi di grup kerja. Sang manajer memintanya mengirim beberapa dokumen rapat, lalu ia membalasnya dengan emoji OK.

Hal tak terduga terjadi kemudian. Manajer rupanya marah dengan cara dia membalas dan memecatnya. "Anda harus menggunakan teks untuk membalas pesan jika Anda sudah menerimanya, tidakkah Anda tahu aturannya? Apakah ini tanda terima Anda?" ujar sang manajer.

Pegawai perempuan itu merasa bahwa manajernya terlalu berlebihan dan rekan-rekannya setuju. Setelah kejadian itu, manajer mereka mengirimkan pengumuman resmi ke obrolan grup, bersikeras bahwa semua orang wajib merespons dengan "Roger" saat membalas pesan.

Ilustrasi OK. (Pixabay)
Ilustrasi OK. (Pixabay)

Cuplikan layar percakapan antara perempuan dan manajer itu diunggah di situs microblogging, Weibo. Postingannya lantas mengumpulkan sekitar 280 juta views dan dukungan besar dari banyak karyawan.

Beberapa orang mengatakan bahwa seorang pemimpin yang baik harus dapat menerima gaya dan karakteristik komunikasi orang yang berbeda.

Namun, ada juga yang menyindir tentang betapa kuatnya kekuasaan seorang bos. "Alasan apapun valid jika bos Anda ingin memecat Anda," komentar salah satu warganet.

Ilustrasi chatting. (Unsplash/Rawpixel)
Ilustrasi chatting. (Unsplash/Rawpixel)

Ini bukan kasus pertama karyawan di China kena marah manajer karena cara membalas pesan. Seorang karyawan pernah dimarahi dalam kasus sebelumnya karena membalas "Um" dalam bahasa China, yang diterjemahkan menjadi "dicatat".

Cukup mendapat banyak dukungan, tidak diketahui kelanjutan apakah dia dipekerjakan kembali atau tidak karena dukungan tersebut.

Bagaimana menurutmu? Apakah pegawai memang pantas dipecat karena membalas pesan atasan dengan emoji ok?

Terkait

Terkini