Senin, 20 Mei 2019

Bukan Diet, Menangis Juga Bisa Menurunkan Berat Badan

Menangis pun bisa memengaruhi kesehatan tubuh.

Rima Sekarani Imamun Nissa
Ilustrasi wanita sedang sedih. (Unsplash/Luiz Galves)
Ilustrasi wanita sedang sedih. (Unsplash/Luiz Galves)

Dewiku.com - Seorang akan menangis saat sedang sedih atau terharu. Menangis merupakan aktivitas untuk meluapkan emosi. Namun, sebuah penelitian baru-baru ini juga mengungkapkan bahwa menangis bisa memengaruhi kesehatan dan membantu menurunkan berat badan

Dilansir dari AsiaOne, Sabtu (11/5/2019) lalu, menangis, terutama yang diikuti dengan semua perasaan dan emosi berat, disebut dapat membantu menurunkan berat badan.

Hal itu karena hormon-hormon dari tangisan yang emosional bisa membantu meningkatkan level kortisol yang terjadi saat Anda memiliki emosi yang tak terbendung.

Faktanya, air mata yang disebabkan stres berat ternyata memiliki kemampuan untuk menyingkirkan beberapa jenis zat beracun dari tubuh. Ahli biokimia William Frey pun menyimpulkan bahwa menangis membantu menghilangkan zat-zat beracun yang cenderung menumpuk saat manusia memiliki emosi yang tertekan.

Ilustrasi sedih (Pixabay/Anemone123)
Ilustrasi sedih (Pixabay/Anemone123)

Oleh karena itu, tubuh kita mungkin tidak akan menyimpan lebih banyak lemak karena telah melepaskan hormon stres melalui menangis.

Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa hanya menangis karena emosi nyata yang bisa mendapatkan manfaat menangis ini. 

Menangis bahagia saat menikah. (Unsplash/Ben Konfrst)
Menangis bahagia saat menikah. (Unsplash/Ben Konfrst)

Menangis sendiri pada dasanya dibedakan menjadi tiga. Pertama, menangis basal atau air mata fungsional dasar yang berfungsi menjaga kelembapan mata. Lalu, air mata refleks yang terjadi tanpa sengaja seperti kena asap atau angin. Terakhir air mata psikis yang berkaitan dengan perasaan atau emosi manusia. 

Guna memaksimalkan efek ini, para ilmuan menyarankan untuk menangis kapan saja dari pukul 7-10 malam. Periode ini juga disebut sebagai waktu terbaik untuk menangis karena menonton film-film favorit, apalagi yang berakhir sedih. (Himedik.com/Vika Widiastuti)

Terkait

Terkini