Sabtu, 07 Desember 2019

Banting Setir Jadi Influencer, Mantan Model Curhat Pilu di Youtube

Sarah Harris sebelumnya terkenal sebagai model.

Vika Widiastuti | Rima Suliastini
Sarah Harris. (Instagram/@iamsarahharris)
Sarah Harris. (Instagram/@iamsarahharris)

Dewiku.com - Menjadi Youtuber adalah impian generasi milenial. Bermodalkan media sosial, mereka bisa mendapatkan popularitas dan kekayaan dalam waktu sekaligus. Terdengar menyenangkan? Nggak juga! Seorang influencer bernama Sarah Harris curhat pilu di Youtube dan membongkar semuanya.

Sarah Harris sebelumnya terkenal sebagai model namun kariernya di dunia modeling hancur karena payudaranya bermasalah. Nggak ingin masa depannya suram, dia kemudian banting setir jadi influencer.

Rupanya keputusan jadi influencer itu nggak mudah. Dia harus berhadapan dengan berbagai situasi sulit termasuk meladeni haters. Sarah mengaku jika hidupnya jadi lebih berat karena membaca komentar buruk.

Sarah Harris. (Instagram/@iamsarahharris)
Sarah Harris. (Instagram/@iamsarahharris)

''Selalu ada pro dan kontra untuk setiap pekerjaan, aku tidak mengeluh, aku sangat berterima kasih untuk kehidupan menakjubkan yang aku miliki. Aku tidak ingin menukarnya dengan apapun. Aku hanya ingin mengungkap beberapa hal tidak menyenangkan mengenai jadi influencer,'' ujarnya.

Dalam channel Youtube miliknya, Sarah mengungkap sisi gelap selebgram atau influencer. Dia juga kesal karena orang menganggapnya dibayar tanpa melakukan apa pun.

''Orang menganggap kami hanya duduk dengan handphone tidak melakukan apa-apa. Ada banyak waktu dan usaha untuk editing, mencari manajemen, membalas email, komentar, dan DM,'' lanjutnya.

Dia juga menjelaskan sulitnya mengatur blog di website, aplikasi, hal-hal yang tidak dipikirkan orang.

''Foto adalah bagian kecil dari pekerjaan,'' ungkapnya.

Sarah Harris. (Instagram/@iamsarahharris)
Sarah Harris. (Instagram/@iamsarahharris)

Selain itu, Sarah juga kerap diremehkan karena berasal dari kota kecil. Tapi di saat yang bersamaan, teman-teman di daerah asalnya memperlakukannya berbeda.

Ia mengaku jika sebagian orang tidak mengacuhkannya dan sebagian memanfaatkannya untuk mendapatkan barang gratis.

Hal lain yang membuatnya sedih adalah anggapan jika kehidupan influencer selalu sempurna

''Jika kamu melewati kesulitan atau keluargamu sakit atau kamu hanya sedang punya waktu yang tidak menyenangkan, hal-hal seperti itu bisa membuatmu down. Sangat sulit berpura-pura 100% oke,'' ungkapnya.

Terkait

Terkini