Sabtu, 11 Juli 2020

Gadis Ini Bangun dengan Baby Bump dan Melahirkan 45 Menit Kemudian

Sebuah kehamilan yang tak terduga.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Yasinta Rahmawati
cloud_download Baca offline
Ilustrasi wanita hamil. (Pexels/Janko Ferlic)
Ilustrasi wanita hamil. (Pexels/Janko Ferlic)

Dewiku.com - Emmalouise Leggate pergi tidur dengan perut rata dan sangat terkejut di pagi harinya. Dia terbangun dengan baby bump atau benjolan bayi di perutnya. Apa yang terjadi?

Dilansir dari Metro, perempuan berusia 19 tahun itu tidak mengalami tanda-tanda kehamilan seperti mual di pagi hari atau mengidam makanan.

''Benjolan itu muncul secara tiba-tiba pada suatu pagi. Saya sudah bangun dan Anda tahu itu benjolan,'' ungkap Emmalouise.

Saat dia terbangun dan menemukan benjolan itu di tempat yang tak pernah ada sebelumnya, Emmalouise memanggil ibu dan neneknya.

Mereka kemudian mengantarnya ke rumah sakit dan meninggalkannya di parkiran, sementara sang nenek berlari ke dalam untuk memanggil bidan.

Ilustrasi hamil. (Pexels/Leah Kelley)
Ilustrasi hamil. (Pexels/Leah Kelley)

''Pada saat saya masuk ke mobil kontraksi datang setiap dua menit dan kemudian air ketuban saya pecah. Kami baru saja parkir di luar rumah sakit dan nenek saya minta tunggu 5 menit. Saya tidak bisa menunggu lagi,'' ungkapnya.

Emmalouise akhirnya melahirkan di mobil. Ya, dia melahirkan bayi hanya berjarak 45 menit setelah ia tahu ada benjolan di perutnya. Seorang bayi perempuan benar-benar lahir dari kehamilan yang tidak dirasakannya.

Para dokter tidak bisa menjelaskan mengapa ia tidak memiliki baby bump. Dokter hanya mengatakan bahwa sang bayi pasti duduk di punggung bawah dan itu sangat umum.

Bayi. (Unsplash/Rawpixel)
Bayi. (Unsplash/Rawpixel)

Namun Emmalouise mengaku tidak merasakan ada bayi yang menendang perutnya. Ia juga tidak mengalami ngidam dan hal lain sebagaimana ibu hamil pada umumnya. Menstruasinya yang berhenti pun, ia pikir hanya karena mengonsumsi pil kontrasepsi.

''Aku tidak punya benjolan. Saya telah menambah berat badan, tapi beratnya berada di seluruh tubuh saya, lebih banyak di lengan, kaki, dan wajah saya daripada di tempat lain. Perutku tidak pernah tumbuh,'' tambah Emmlouise.

Terkait

Terkini