Rabu, 22 Mei 2019

Barbershop Ini Tempel Kondom di Kartu Nama, Sengaja Biar Bocor?

Apakah itu memang strategi promosi pihak barbershop?

Rima Sekarani Imamun Nissa
Ilustrasi barbershop. (Unsplash/Tim Mossholder)
Ilustrasi barbershop. (Unsplash/Tim Mossholder)

Dewiku.com - Sebuah Barbershop di Texas, Amerika Serikat, memiliki cara unik untuk mempromosikan usahanya. Jake Gamez, pemilik barbershop mengunggah gambar beberapa kondom yang melekat pada kartu nama bertuliskan Fadeaway Barbershop.

Katanya, setiap orang yang memotong rambut di tempatnya bakal memiliki potongan rambut yang bagus serta membuatnya menjadi lelaki yang dilirik banyak perempuan.

''Kami harus memasukkan salah satunya di setiap kartu nama! Anda pasti membutuhkannya setelah saya memotong rambut Anda. Percayai saya,'' ujar lelaki berusia 23 tahun ini, dilansir dari Metro.

Namun, postingan itu bikin netizen gagal paham. Mereka menyadari bahwa kondom yang ditempel di kartu nama pasti memiliki lubang karena distaples. Artinya, manfaat kondom untuk mencegah kehamilan dan penyakit menular seksual tak lagi ada karena kondom bocor dan bolong.

Barbership ini tempel kondom di kartu nama mereka. (Twitter/@gamezjakee)
Barbershop ini tempel kondom di kartu nama mereka. (Twitter/@gamezjakee)

Orang-orang di Twitter pun ramai-ramai berkomentar. Banyak yang bilang kalau ini sepertinya upaya Jake untuk menciptakan bisnis masa depan.

''Luar biasa. Sekarang Anda bisa membawa anak Anda juga untuk memotong rambut!'' komentar seorang netizen.

Ilustrasi kondom. (Pixabay/kerryank)
Ilustrasi kondom. (Pixabay/kerryank)

''Memakai staples agar ia bisa mendapatkan generasi klien; untuk tidak benar-benar membantu mereka berhubungan seks yang aman. Orang ini tahu bisnis. Langkah pertama, memotong rambut. Langkah kedua, klien menggunakan kondom. Langkah ketiga, memotong rambut klien kemudian memotong rambut anak-anak. Langkah empat, bilas dan ulangi,'' komentar yang lain.

Meski begitu, ada pula yang menganggap bahwa apa yang dilakukan Jake adalah kesalahan yang tak disengaja. Namun, Jake sendiri banyak melakukan retweet terhadap banyak komentar orang yang menyiratkan itu sebenarnya bagian dari rencana bisnis barbershop miliknya. (Suara.com/Dinda Rachmawati)

Terkait

Terkini