Jum'at, 24 Januari 2020

Apakah Harus Khawatir kalau Siklus Menstruasi Tidak Teratur?

Ini jawaban bagi kamu yang punya masalah dengan menstruasi.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Yasinta Rahmawati
cloud_download Baca offline
Ilustrasi pembalut. (Unsplash/Erol Ahmed)
Ilustrasi pembalut. (Unsplash/Erol Ahmed)

Dewiku.com - Bicara soal menstruasi, mungkin ada beberapa dari kamu yang pernah mengalami siklus menstruasi tidak teratur hingga soal banyak sedikitnya darah yang keluar. Sebenarnya, sejauh mana kita harus mengkhawatirkannya?

''Jika menstruasi yang berat atau sering adalah sesuatu yang terjadi sesekali, itu bukan masalah besar,'' jelas Dr. Raegan McDonald-Mosley, MD, kepala petugas medis di Planned Parenthood Federation of America seperti dilansir dari Teen Vogue.

''Namun jika itu adalah pola regulermu yang konsisten, itu mungkin sesuatu yang harus diperhatikan,'' tambahnya.

Sebab menurut Dr. Raegan, meskipun risiko kesehatan memiliki siklus menstruasi yang sering tidak terlalu jelas, perdarahan berlebih dapat menyebabkan anemia atau masalah kesehatan lainnya.

Ilustrasi pembalut. (Shutterstock)
Ilustrasi pembalut. (Shutterstock)

Lantas bagaimana jika menstruasi teratur berdasarkan frekuensi, tetapi mengalami pendarahan lebih banyak atau lebih sedikit dari bulan-bulan yang lain?

Dr. Raegan mengatakan bahwa cara yang baik untuk mengukur jika terlalu banyak perdarahan terjadi selama menstruasi adalah jika seorang wanita terlalu sering berganti pembalut tiap 2 jam.

Selain itu, tanda lainnya adalah apabila jumlah perdarahan mengganggu kemampuannya untuk mrlakukan kegiatan normal sehari-hari.

Tapi kedua hal itu tidak serta merta menjadi pertanda bahwa ada sesuatu yang salah secara medis. ''Menstruasi Anda mungkin terlambat ketika Anda sakit, ketika Anda khawatir atau stres tentang sesuatu, atau tanpa alasan sama sekali,'' ujar Dr. Raegan.

Ilustrasi pembalut. (Shutterstock)
Ilustrasi pembalut. (Shutterstock)

Di sisi lain, penelitian menunjukkan bahwa tidak berolahraga juga dapat memengaruhi siklus menstruasi, khususnya di kalangan wanita muda. ''Periode diatur oleh bagian otak yang sama - hipotalamus dan hipofisis - yang juga mengatur hormon stres, sehingga apa pun yang dapat menyebabkan peningkatan stres juga dapat menyebabkan disfungsi ovulasi,'' kata Dr. Raegan.

Otak mengendalikan tubuh. Namun terlalu sering kesehatan mental diabaikan sebagai penyebab dalam menstruasi yang tidak teratur.

''Kita mungkin tidak mengenalinya, tetapi bahkan gangguan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti merencanakan perjalanan, dapat meningkatkan tingkat stres,'' tambahnya.

Jika menstruasi tidak teratur dan sudah pada tahap mengganggu aktivitas sehari-hari, ia merekomendasikan untuk berkonsultasi pada dokter.

Terkait

Terkini