Minggu, 24 Februari 2019

Tak Ada Kesetaraan Gender, Randi Zuckerberg Resign dari Facebook

Ketidaknyamanan bisa muncul dari hal terkecil pun.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Kintan Sekarwangi
Randi Zuckerberg. (Instagram/@randizuckerberg)
Randi Zuckerberg. (Instagram/@randizuckerberg)

Dewiku.com - Randi Zuckerberg adalah kakak dari pendiri Facebook, Mark Zuckerberg. Bekerja dengan sang adik, ternyata membuat dirinya tak nyaman. Akhirnya pada tahun 2011 lalu, Randi Zuckerberg resign dari Facebook.

Dilansir dari CNN, baru-baru ini ia mengatakan alasan mengapa dirinya memutuskan untuk resign dari Facebook. Randi mengatakan jika masalahnya adalah tidak adanya kesetaraan gender di industri teknologi.

''Aku sangat merasa sangat rumit dengan peran gender di Silicon Valley. Aku menyukai apa yang aku kerjakan di Facebook. Tapi aku benci menjadi satu-satunya wanita di setiap ruangan yang aku masuki selama 10 tahun terakhir. Dan aku selalu berpikir, kamu tahu, aku ingin jadi bagian dari solusi, bukan terus menjadi bagian dari masalah,'' cerita Randi Zuckerberg kepada CNN.

Randi Zuckerberg. (Instagram/@randizuckerberg)
Randi Zuckerberg. (Instagram/@randizuckerberg)

 

Di era milenial ini pun peran wanita dalam industri teknologi informasi memang belum terlalu besar dan kerap memicu bias gender. Belum banyak wanita yang bergerak dalam bidang ini, membuat sejumlah wanita lain tidak nyaman, dan merasa ada sesuatu yang salah.

Akhirnya, Randi berpikir untuk mencari tahu kondisi di luar Silicon Valley. Silicon Valey adalah area di San Francisco, Amerika Serikat yang dikenal sebagai pusat start up dan perusahaan teknologi.

''Jadi aku berpikir, mungkin aku butuh keluar dari Silicon Valley dan benar-benar mengerti di mana kita kehilangan wanita dan di mana kita kehilangan wanita muda di cerobong ini,'' lanjutnya.

Randi Zuckerberg. (Instagram/@randizuckerberg)
Randi Zuckerberg. (Instagram/@randizuckerberg)

 

Wanita yang berusia 37 tahun ini mengaku ingin menciptakan sesuatu untuk dirinya sendiri, mengingat bahwa Facebook adalah milik adiknya, Mark Zuckerberg.

Randi pun juga sadar jika mengajak atau memasukkan wanita ke dalam industri teknologi tidaklah mudah.

''Salah satu hal yang aku sadari adalah aku sangat ingin melihat dunia di mana ada lebih banyak representasi wanita dalam ruangan. Dan aku tidak bisa mengerti mengapa, setelah 15 tahun, itu berubah sangat sedikit,'' ungkap Randi Zuckerberg.

Randi Zuckerberg. (Instagram/@randizuckerberg)
Randi Zuckerberg. (Instagram/@randizuckerberg)

 

Ketika Randi memberikan saran kepada wanita yang ingin masuk ke industri teknologi, sarannya pun tak bisa diterapkan. Ia menunjukkan bagaimana posisi wanita dalam bidang industri teknologi sekarang belum banyak berubah.

''Bahkan hingga hari ini, saran terbaikku kepada wanita muda dalam teknologi adalah untuk memiliki nama seperti nama pria. Karena aku tidak bisa memberi tahumu berapa banyak rapat pertemuan yang aku dapat di awal-awal Facebook karena orang berpikir mereka akan bertemu dengan seorang pria,'' kata Randi Zuckerberg.

''Dan aku merasa itu adalah misi kehidupanku untuk menggunakan keberuntungan tersebut, yakni  bahwa aku punya dan memegang pintu untuk wanita lain,'' tutupnya.

Terkait

Terkini